MAMA Y PAPA

MAMA Y PAPA

  • WpView
    LECTURAS 51,088
  • WpVote
    Votos 3,165
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, may 3, 2025
Di malam pulang kerjanya, Yurdaka mengalami kejadian pahit ketika seorang yang tidak ia kenal merebut keperjakaannya. Yurdaka merupakan omega pun hamil dan melahirkan bayi laki-laki. Tetapi, bagi Yurdaka anak itu sebagai lambang kesialan yang akan terus abadi di dalam hidupnya. Menghindar dari segala masalah buruk Yurdaka memutuskan untuk menelantarkan anaknya berharap mati di tengah derasnya hujan malam hari. Beribu macam bayangan kesalahan menggerogoti hidup Yurdaka. Hidupnya seakan hampa atas apa yang sudah ia lakukan kepada anak yang telah ditelantarkan. Lantas, bagaimana kisah Yurdaka selanjutnya? ©darcklone
Todos los derechos reservados
#65
bxbshipper
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • My Way [Slow Up]
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Antara Cinta Dan Restu (HIATUS)
  • Istri Untuk Ndoro
  • Dalam Diam | Hiatus
  • Freaky Family [END]
  • Rumah untuk Jevariel [TERBIT]
  • Cincin terakhir istriku ✔

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido