GIACCARINI FRANCO

GIACCARINI FRANCO

  • WpView
    Leituras 3,565
  • WpVote
    Votos 1,782
  • WpPart
    Capítulos 34
WpMetadataReadMaduroConcluída qua, jul 22, 2026
WpInfo
Ficção
Fantasia
Dark Fantasy
Dark Academia
Alta Fantasia
36 tahun melarikan diri, Giaccarini Franco akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Siapa yang menyangka, kedatangannya ke Leiden sebagai mahasiswa ilmu kimia pada tahun 1764 kini menuntut lehernya untuk digorok sebagai bayaran atas tindakannya melanggar hukum negara tersebut. Saat eksekutor datang padanya dengan sebilah pedang yang penuh aroma darah, Giaccarini Franco untuk terakhir kali tersenyum mengendus aroma yang mengingatkannya pada sang kekasih yang gagal dihidupkannya kembali. Aroma itu mungkin akan mengantarkannya pada memori yang telah lama layu.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nocturnal Paradox
  • LENA & SEGA
  • RIFIORIRE
  • Obsession (End)
  • Ice Cream; Jaemin & Jeno
  • Assassin from Starborn

"Yesterday, all my troubles seemed so far away..." Lagu itu terdengar samar di sudut ruang kelas Arsitektur B/02, Ilagaligo University, bercampur dengan suara angin malam yang berhembus masuk melalui jendela. Lampu berkedip-kedip, menciptakan bayangan aneh di dinding. Di tengah ruangan, ada lukisan misterius yang tidak seharusnya ada di sana. Sekilas, lukisan itu tampak seperti Starry Night karya Van Gogh, dengan pusaran langit biru yang kacau. Namun, ada sesuatu yang salah. Jika diperhatikan lebih saksama, di antara bintang-bintang yang berputar, jam-jam mencair seperti dalam lukisan Salvador Dalí, The Persistence of Memory. Seolah-olah waktu sendiri sedang terdistorsi. Di pojok kanvas, ada tulisan kecil berwarna merah: "Keadilan hanyalah alat bagi mereka yang memegang kekuasaan." - Plato, Republika Tidak ada yang tahu siapa yang menaruhnya di sini. Tidak ada yang tahu kapan lukisan ini muncul. Tapi satu hal yang pasti: ini bukan sekadar seni. Ini adalah pesan. Malam itu, seorang mahasiswa menghilang. Tidak ada suara jeritan. Tidak ada jejak. Hanya sebuah pesan baru yang muncul di bawah lukisan, tertulis dengan darah kering: "Waktu kalian hampir habis." Di luar, hujan mulai turun, membasahi kota Makassar yang tertidur dalam gelap. Dan itulah awal dari sebuah misteri yang akan mengubah segalanya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo