BOOMERANG

BOOMERANG

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 15, 2025
Benar kata orang, setitik rasa tidak bisa hilang begitu saja, tapi mengapa dunia mempertemukan dua orang sekaligus , membuat hati jadi dilema dan membuat raga tak berdaya. Memilih dua-duanya adalah gambaran kata 'SERAKAH', lalu bagaimana memilih salah satu diantaranya? Tidakkah salah seorang di antaranya memikul Luka yang berat. Dan subyek yang memilih juga akan merasa bersalah hingga 'MATI' menjadi alasan mengakhiri semuanya. Gelapnya malam dan riuhnya angin menandakan bahwa bumi akan basah,yah, hujan yang tanpa di undang mengguyur bumi yang tak bersalah, bahkan manusia tidak mempermasalahkan kehadirannya, karna dia akan pergi begitu saja meninggalkan genangan air di setiap sudut jalanan kota. Seorang pemuda meng hembuskan rangkaian asap dari rokok yang ia nikmati, seraya menjadi penenang dikala dingin melanda. Matanya menyoroti laki-laki dengan tubuh kekar dengan jarak 1 meter dari hadapannya. "Lo ngizinin gue ganti nama Lo nggak? Gue pengen panggil Lo 'BANGSAT' tiap hari!" "Apaan sih, kaf! Itu artinya Lo buka ruang buat gue nyebut lo 'BAJINGAN'", ujar rifel dengan satu rokok sedang ia nikmati "Atas dasar apa Lo nyebut gue bajingan? Berapa hati cewek yang udah gue patahin? Berapa jumlah cewek yang Lo temui sebelum Tania? Cari alasan lain kenapa Lo nyebut gue bajingan. Karna kata itu lebih pantas untuk Lo pakai! "tegas kafka menjeda ucapannya
All Rights Reserved
#5
pilihankedua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • DIKANESHA
  • Harapan Bunga Terakhir
  • Sejarah Kita
  • My possesive boyfriend
  • Tokoh Utama
  • FARZAA
  • ANELKA CALVARY
  • Three Targeted Girls!!

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines