Buku Harian Bunda

Buku Harian Bunda

  • WpView
    Leituras 112
  • WpVote
    Votos 50
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, ago 11, 2024
Setelah kematian ibunya, Erisha semakin memaksa diri untuk hidup mandiri. Takdirnya sebagai anak perempuan tunggal tak lantas membuat Erisha bersantai, berleha-leha memangku tangan menunggu pemberian dari ayahnya yang segar bugar. Dibekali pengalaman ibunya yang tertuang dalam buku harian usang, Erisha perlahan berkembang menjadi wanita dewasa dengan logika yang matang. Hari-harinya dipenuhi oleh mimpi kecil dan langkah sederhana yang ia harap dapat membawanya ke sebuah rumah yang ia impikan, meski kerikil-kerikil tajam kerap ia temui hingga melukai tapak kakinya. Mampukah Erisha bertahan? Cukup tegarkah ia melanjutkan perjalanan yang tidak mudah? Start : August 2024
Todos os Direitos Reservados
#301
kematian
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ketabahan Hati Aisyah [Revisi]
  • Persimpangan Jalan (END)
  • Nurul ayna muslimah (Completed)
  • Cinta Neng Zulfa
  • TAUTAN CINTA [ Revisi ]
  • Kenapa Harus Menikah?
  • Five siblings||Afkaf (End)
  • Time Loop
  • Dari Tetangga Jadi Rumah Tangga (HIATUS)
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓

Kehidupan rumah tangga memanglah tidak mudah untuk dijalani. Tetapi memiliki seorang suami yang tidak meminta kesempurnaan istri, dan hanya mengharap rida Ilahi, tentu sudah pasti patut disyukuri. Barangkali demikian yang Aisyah rasakan. Di tengah ketidaksempurnaannya, sang suami berjanji atas nama Allah akan terus membersamainya sampai surga. Namun, bukankah kebahagiaan tak selamanya menghampiri kita? Mungkin demikian juga yang Aisyah rasakan. Hari, minggu, bulan, bahkan tahun yang terus bergulir membuat pertahanan Aisyah goyah. Ketika dia datang menjadi penengah di antara mereka tanpa pernah diduga, Aisyah kehilangan arah, semua langkah terasa salah, dan luka pun tidak lagi berdarah. Lalu, sebuah pertanyaan tercipta untuk nasibnya yang cukup malang. Wahai Aisyah, sang Humaira bagi suamimu, bagaimanakah keadaan hatimu? Tabahkan ia menghadapi dunia yang begitu menyiksa?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo