Ikatan Hati

Ikatan Hati

  • WpView
    Reads 373,504
  • WpVote
    Votes 18,441
  • WpPart
    Parts 116
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 29, 2026
Penulis : Jeruk Beta-Reader : Rurin Chika Kisah ini sudah di publish beberapa kali di bawah nama-nama yang berbedaㅡharap maklum, penulisnya suka ganti nama penaㅡeheㅡdi antaranya; Caya, Kae, Bwa, dan kali ini Jeruk. Silahkan dinikmati .... *** Blurb : Abian Bimantara. Anak kamu, Adrian Bimantara. Oke. Ini mengejutkan. Kediaman Bimantara dibuat gempar ketika sesosok bayi muncul di depan pintu rumah. Ditambah secarik kertas berisi sebaris kalimat yang menyatakan si bayi adalah keturunan keluarga Bimantara. O-wow! Seisi rumah heboh. Lalu, bagaimana reaksi si tersangka yang disebutkan dalam kertas? Siapa sebenarnya Abian? Ibunya? Orang tuanya?
All Rights Reserved
#796
adrian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY SWEET DUDA
  • Baby Canny
  • Badgirl, Badboy, and Baby Boy✔ [TERBIT]
  • NEVER ENDING ✓
  • RadenRatih
  • DAREN [End]
  • KARAFERNELIA
  • R E T A K  (TAMAT-SUDAH TERBIT)
  • ARUMILA

annaya jeslyn anak yang belum genap berusia 22 tahun.ia hidup selalu ingin bisa hidup sendiri dikota jakarta . pada suatu hari ia sedang berbelanja di minimerket terdekat di apartemenya saat dijalan menuju pulang ia mendengarkan suara balita menangis. "hiks hiks mommy hiks" kemudian ia mendekati balita tersebut "haii kalian kenapa boy" tanya aya kepada para balita tersebut. kemudian ketiga balita tersebut langsung mendekat ke arah aya dan langsung memeluk kaki aya dengan erat. "mom-mmy jangan per- hiks pergi lagi k-kitta hiks kesepian a-aaku mau hiks ikut mommy aja" ucap salah satu balita tersebut. "hah mommy "beo aya " mommy dimana mommy kalian apa disana" (sambil menunjuk ke pasangan suami istri) "apa disana "lagi dan lagi anak anak tersebut hanya menggelengkan kepala mereka . " lalu siapa mommy mu "tanya ku anak itu malah menunjuku dan ya aku kaget dan langsung berkata "nak kakak bukan mommy mu" danlangsung saja anak itu menangis dan terus berteriak.dan disana aku dihadiahi tatapan tajam para pejalan kaki dikiranya aku mau buang anak aja apa orang nikah aja belom .karena tidak mau dipandangi orang orang sekitar aku langsung membawa anak anak tetsebut menuju ke apartemanku dan disinilah awal hidupku berubah dari semula yang tenang menjadi banyak konflik yang terjadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines