We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Ineffable
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 10, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Ada beberapa orang yang gampang, bisa keluar dari masa lalu. Cuma aku itu belum bisa, belum bisa lepas, masih keingat masa lalu saja," "Jadi aku takutnya malah jadi tempat yang gak tepat gitu. Aku juga takut kamu malah-ya sebutannya jadi pelampiasanku. Itu yang aku takutkan." Seketika ketakutan memeluk jiwa dan ragaku erat sekali. Sebenarnya aku telah berdamai dengan masa lalu dia, tetapi aku tidak pernah menyangka bahwa dia masih berada dalam kendali masa lalunya, pada situasi di mana dia mengaku menyukaiku. Bahkan di saat aku ingin mengenang pertemuan pertama kami padanya, dia seolah tak hidup dalam waktu itu. Maka dari itu, aku menuangkan kesempurnaan kisah dengan menjadikannya sajak yang kutulis sepenuh hati. Selain untuk mengingatkannya pada setiap pertemuan, aku pun ingin dia abadi dalam sastra.
All Rights Reserved
#34
plot
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • love is complicated
  • Terima kasih Ravindra
  • FIVE FRIENDS OF TWO LOVE
  • Cinta kecil ku
  • warna di balik sragam abu-abu
  • Yang hilang Tak pernah sama
  • You Are My Wish || ✔️
  • ABISYA (aku & dia)
  • No Limit " End "

kamu pernah mengatakan "kalau aku berada dalam masalah aku boleh menggenggam tanganmu dan lari bersama mu ! " apakah itu masih berlaku?? ujar Agasta dengan penampilan nya yang sudah urak"kan.. dan wajah nya penuh lebam serta air mata yang terus mengalir.. "Tidak lagi !! " Alexa menjawab dgn perasaan campur aduk melihat kondisi laki laki yang dia cintai seperti ini membiarkan air mata nya yang sedari tadi membasahi pipi nya. "begitu kah? " kalimat singkat itu keluar begitu saja dari mulut Agasta dengan perasaan putus asa..

More details
WpActionLinkContent Guidelines