The Hidden Prince

The Hidden Prince

  • WpView
    Leituras 9,143
  • WpVote
    Votos 845
  • WpPart
    Capítulos 23
WpMetadataReadMaduroConcluída ter, abr 1, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
Relacionamento por Contrato
Erótica
Gravidez Surpresa/Secreta
Bagi Bella, menjalani pernikahan dengan seorang pangeran tersembunyi bertujuan untuk memperbaiki martabat nama baik keluarganya. Namun Bella tak mengira bahwa misteri seorang Arthur akan menariknya untuk terus berusaha menyentuh dan memeluk kelembutan pria itu dan berakhir membuatnya terlena. Di tengah bahagia yang Bella harap akan berlangsung lama, Bella menemukan wasiat mendiang Raja Abraham ternyata menyimpan rahasia yang tidak pernah disangka akan melukainya teramat dalam. Apakah Bella akan mempertahankan hatinya yang ternyata berada di ambang kehancuran, atau justru mengingkari janjinya untuk selalu mendampingi Arthur hingga pria itu sungguh menjadi pangeran kebanggaan negeri Inggris? ••• -some explicit parts are available in Karyakarsa
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Mr. & Mrs Albrecht
  • Queen Lily (Princess Series #3) (Tamat)  cetak
  • RELUCTANTLY YOURS
  • The Trhone of The Sea
  • REASONS
  • THE PRINCE AND HIS WIFE
  • Prince Of Ospora
  • Unbreakable Vow [Harry Potter x Reader]

Arga baru saja melangkah keluar kamar, ponsel yang sempat tertinggal kini sudah di tangan. Namun begitu ia membuka pintu, langkahnya terhenti. Sosok itu sudah berdiri di ambang pintu-dengan senyum licin yang terselip di sudut bibir merah basahnya. "Mas, sebentar..." ucapnya lirih, lalu tanpa ragu memutar kunci pintu hingga terdengar bunyi klik yang terasa nyaring di tengah keheningan. Ia lalu berbalik, perlahan, seperti sengaja mempermainkan waktu. Tatapannya menusuk tajam, lembut tapi memabukkan. Langkahnya mendekat, tumit sepatu kecilnya menjejak lantai dengan bunyi halus yang menggema di kepala Arga lebih dari yang seharusnya. Ia mendekat... dan terus mendekat-hingga napasnya menghangat di kulit wajah Arga. Saat jarak hanya tersisa desah, ia berjinjit lalu melingkarkan tangannya ke leher Arga. Tubuh mereka kini bersatu tanpa celah, dan hidung mereka bersentuhan. Arga yang refleks merangkul pinggang ramping itu tahu, ini adalah awal dari sebuah ujian yang tak diajarkan di kitab-kitab kuning pesantren. "Aku lagi pengen, Mas. Sekarang," bisiknya nyaris tak terdengar, namun cukup untuk membuat darah Arga mendidih pelan. Bibir itu mencium bibirnya-hangat, basah, berani. Bukan ciuman biasa. Ciuman perempuan yang tahu pasti bagaimana caranya merobohkan benteng pertahanan laki-laki yang selama ini berdiri dalam istighfar. Arga sempat hanyut, meski sesaat. Tapi nurani santrinya masih hidup. Ia menarik diri perlahan, menyisakan napas yang masih beradu, dan dekapan yang belum ingin dilepas. "Jangan di sini... rumah Ayah, nanti mereka nunggu kita kelamaan," bisiknya, berusaha terdengar tenang padahal dadanya bergemuruh. "Mereka pasti ngerti. Kita suami istri, kan?" bisiknya menggoda. "Sekali aja, Mas... aku udah nahan dari tadi. Aku pengen kamu. Banget." Arga menunduk. Nafasnya dalam. Istighfar meluncur di batin, cepat dan berulang. Tapi yang satu ini bukan setan-ini godaan yang berwujud indah, harum, dan nyata.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo