Hero or Villain

Hero or Villain

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 15, 2024
⚠️This story is in Indonesian/cerita ini berbahasa Indonesia⚠️ Di dunia biasa, dunia yang kita tingali saat ini, rasanya sulit untuk mempercayai adanya kekuatan super. Kita dengan mudahnya berpikir bagaimana rasanya kalau kita bisa memiliki kekuatan super, pasti saja akan seru, tanpa memikirkan konsekuensi dari harapan kita itu, sampai tuhan memutuskan untuk mengabulkannya. Tapi apa hasilnya? Tidak ada, hanya kekacauan, dunia ini bukan apa-apa melainkan medan perang bagiku. Rasanya aku hanya ingin menghilang, kematian rasanya jauh lebih menyenangkan dari pada harus hidup di dunia seperti ini. Itulah yang kupikir tentang dunia ini. Sampai aku bertemu denganmu. Credit sampul: pinterest/@ Wooiwu
All Rights Reserved
#9
fatherandson
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • Changing Antagonis (END)
  • Full Of Scratches
  • Self Injury's(complete)✔
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • RAESHA (Revisi)
  • Choose A Way Of Life
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines