The Black Zone: Shattered Destiny

The Black Zone: Shattered Destiny

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 18, 2024
Malam itu begitu sunyi, hampir seperti dunia menahan napas. Di bawah langit yang penuh bintang, seorang anak lelaki berdiri di tepi tebing, memandang cakrawala yang gelap gulita. Namanya Arian. Dia hanyalah seorang anak desa yang biasa, seseorang yang hidupnya tak berarti banyak di dunia yang luas ini. Tapi malam itu, sesuatu berubah. Angin membawa aroma asing-panas, metalik, dan tajam seperti besi yang baru saja ditempa. Dari kejauhan, terlihat kilatan cahaya aneh, seolah-olah langit sedang robek perlahan. Itu bukan bintang jatuh, bukan juga kilat. Itu adalah sesuatu yang lebih besar, lebih nyata. "Pak tua bilang ini hanya cerita rakyat," gumam Arian pada dirinya sendiri. Matanya tak berkedip, terpaku pada fenomena langka itu. "Tapi kenapa rasanya... aku pernah melihat ini sebelumnya?" Langkah kaki ringan terdengar dari belakang. Seorang gadis muncul, rambutnya hitam legam seperti malam itu sendiri. Namanya Mirra. Ia datang dengan napas sedikit terengah, membawa sebuah kantung kecil yang menggantung di pinggangnya. "Apa kau juga melihatnya?" tanya Mirra tanpa basa-basi. Arian hanya mengangguk, matanya masih terpaku pada langit. "Apa itu menurutmu? Meteor?" "Tidak. Kalau meteor, pasti warnanya tidak seperti itu," jawab Mirra dengan tenang, meski ada nada khawatir di suaranya. Ia mendekat dan berdiri di samping Arian. "Ayahku bilang... itu tanda kalau sesuatu dari luar dunia kita datang. Dulu katanya ada hal seperti ini sebelum perang besar." "Perang besar?" Arian mengernyit, mengalihkan pandangannya ke gadis itu. "Kau bicara tentang cerita tua lagi?" Mirra tersenyum kecil. "Mungkin. Tapi, bukankah semua cerita ada asalnya?"
All Rights Reserved
#33
tecnology
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • LALA
  • Leo 2 : Soulmate? ✔
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • only he is the one i want [ lilynn ]
  • Bangkitnya Sang Penjaga Untuk Memulihkan Alam Yang Hilang [END]
  • Lentera Lily
  • Kelas A [End]

Oline dan Delyn selalu bersama, seperti dua bintang yang tak terpisahkan di langit malam. Namun, setelah kelulusan SD, Delyn menghilang tanpa jejak-nomornya tak aktif, rumahnya kosong, dan namanya seakan terhapus dari dunia. Bertahun-tahun berlalu, tapi bayangan Delyn masih ada di benak Oline. Ia mencoba melanjutkan hidup, namun rasa kehilangan terus menghantuinya. Setiap malam, ia menatap langit, berharap menemukan tanda keberadaan sahabatnya di antara gemerlap bintang, "Langitnya masih sama, Del ... tapi rasanya beda." Hingga suatu hari, seseorang datang. Sosok yang begitu familiar, membawa kenangan yang selama ini ia coba cari. Tapi semakin Oline mendekat, semakin ia merasa ada sesuatu yang janggal. Sampai akhirnya, sebuah petunjuk kecil muncul-sesuatu yang bisa mengantarnya kembali ke Delyn. Namun, apakah semua akan tetap sama ketika mereka bertemu? Atau justru ada hal yang lebih menyakitkan dari pada kehilangan?. Kisah persahabatan, yang family friend, aman banget. Penasaran dengan kisah mereka? Langsung aja gass baca! Oiya jangan lupa votenya biar semangatku full teruss.

More details
WpActionLinkContent Guidelines