Terimakasih Cinta!

Terimakasih Cinta!

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 23, 2025
Di dunia yang hanya sementara ini, begitu terasa menyakitkan untuk gadis yang memiliki senyum indah dan sorot mata teduh bernama Sienna Alenka, hidupnya yang penuh dengan penderitaan semakin menyedihkan ketika terpaksa menerima perjodohan dengan laki-laki dari masa lalunya yang pernah meninggalkan luka terdalam di hatinya. Sienna sama sekali tidak memiliki pilihan, selain harus menerima. Siap atau tidak, ia tetap harus menjadi istri dari laki-laki masa lalunya yang bernama Keenan Angkasa Mahendra Keenan sangat membenci Sienna, tapi Sienna masih sangat mencintainya, walaupun segala perlakuan Keenan sudah sangat keterlaluan. Sienna hanya bisa berharap waktu bisa membantunya mengembalikan Keenan yang dulu padanya Keenan Angkasa Mahendra, Angkasa di dunia Sienna yang menyedihkan, bagian paling indah pada semestanya.
All Rights Reserved
#240
menyedihkan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BLOOD FLOWERS
  • Perjodohan Berujung Cinta(END)
  • PILIHAN TERBAIK (Tamat - Revisi)
  • Unwanted Wedding
  • PATAH
  • My Perfect Girlfriend (END)
  • Kean and The Secret
  • Enemigo
  • Story Of Elxia

"Ayaash!" isaknya sambil menangis, "Apa yang sudah kau lakukan, Ayaash! Apa kau benar-benar tidak bisa memahami perasaanku? Atau memang kau tak punya keberanian untuk memahami? Aku tak pernah mencintai siapa pun selain dirimu. Lalu kenapa kau tega berbuat ketidakadilan sebesar ini kepadaku, hingga aku harus menjadi istri orang lain padahal suamiku masih hidup? Dosa sebesar apa yang sudah aku lakukan sampai semua ini harus menimpa diriku. Tapi satu hal yang harus kau tahu, aku tidak pernah menginginkan semua ini terjadi." "Jangan berkata begitu, Aleena!" ujar Ayaash, suara lemahnya bergetar, sambil mengangkat tangan yang lemah. "Kau tidak bersalah. Semua ini adalah keputusan yang harus kuambil. Aku tak ingin tubuhku yang cacat ini menjadi beban dalam hidupmu. Aku tak ingin menjadikan dirimu tongkat bagi tubuhku yang lumpuh ini." Mata Ayaash pun dipenuhi air mata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines