"Ayaash!" isaknya sambil menangis, "Apa yang sudah kau lakukan, Ayaash! Apa kau benar-benar tidak bisa memahami perasaanku? Atau memang kau tak punya keberanian untuk memahami? Aku tak pernah mencintai siapa pun selain dirimu. Lalu kenapa kau tega berbuat ketidakadilan sebesar ini kepadaku, hingga aku harus menjadi istri orang lain padahal suamiku masih hidup? Dosa sebesar apa yang sudah aku lakukan sampai semua ini harus menimpa diriku. Tapi satu hal yang harus kau tahu, aku tidak pernah menginginkan semua ini terjadi." "Jangan berkata begitu, Aleena!" ujar Ayaash, suara lemahnya bergetar, sambil mengangkat tangan yang lemah. "Kau tidak bersalah. Semua ini adalah keputusan yang harus kuambil. Aku tak ingin tubuhku yang cacat ini menjadi beban dalam hidupmu. Aku tak ingin menjadikan dirimu tongkat bagi tubuhku yang lumpuh ini." Mata Ayaash pun dipenuhi air mata.
More details