Mio! (DekuBaku)

Mio! (DekuBaku)

  • WpView
    Membaca 52
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Sel, Jun 30, 2026
Darah membasahi tangan Izuku Midoriya saat Bakugo Katsuki menghembuskan napas terakhirnya sebuah balas dendam dingin atas tahun-tahun penuh penghinaan. Namun, takdir berkata lain. Bakugo terbangun kembali ke masa lalu, tepat di tengah hari-hari sekolah menengah yang penuh siksaan. ​Kali ini, Bakugo memiliki satu misi: memutus rantai kebencian dan menjauh dari Izuku. Ia berusaha menjadi bayang-bayang, berusaha "jinak", berharap agar kebencian itu tak perlu tumbuh. ​Ia salah besar. ​Kelembutan yang sengaja Bakugo tunjukkan justru meruntuhkan dinding pertahanan Izuku yang selama ini terkekang. Tanpa sadar, Bakugo justru memancing keluar sisi posesif dan dominasi gelap yang jauh lebih mengerikan daripada dendam yang ia kenal di masa lalu. Kini, Bakugo bukan lagi penindas, melainkan objek obsesi yang akan terus dipantau, dibatasi, dan dimiliki oleh seseorang yang seharusnya ia hindari. ​Bakugo ingin lari dari masa depan, tapi ia justru masuk ke dalam pelukan yang lebih menyesakkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#627
boyslove
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELION (bl)
  • Halo, Kanael!
  • Auto Save!
  • Target Si Supir
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELIAN ✓
  • Trouble Maker

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan