A Letter From Fish

A Letter From Fish

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 11, 2024
Ada beberapa orang yang tidak menyukai ikan, ada juga yang menyukai ikan. Ada yang memasak ikan dengan enak ada pula yang tidak. Bisa menjadi obat ketika sakit, pendamping makanan pokok, dan sebagai pengganti nasi ketika bertahan hidup. Ini bukan sekadar tentang ikan. Tapi sebuah kisah yang sangat konyol.
All Rights Reserved
#91
dailylife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Di Kisahku : Aku adalah Tuhan! (Edisi Revisi)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • CACA (TAMAT)
  • Otaku Season 1
  • Rumah Penuh Cerita
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines