Story cover for GARIS by irsyd_hd
GARIS
  • WpView
    Reads 293
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 32
  • WpView
    Reads 293
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 32
Complete, First published Aug 11, 2024
Sebuah Perjalanan adalah sebuah karya yang menggambarkan kehidupan sebagai sebuah perjalanan dinamis, di mana setiap pengalaman, emosi, dan hubungan membentuk pola yang kompleks dalam cerita hidup kita. Buku ini menyoroti bagaimana setiap langkah dalam kehidupan, baik keberhasilan maupun tantangan, berkontribusi pada pencarian makna dan kedamaian dalam ketidakpastian. Di tengah interaksi dan perubahan yang tak terhindarkan, buku ini mengajak pembaca untuk menghargai setiap momen dan memahami bahwa setiap akhir adalah awal dari babak baru dalam kehidupan. Sebuah narasi yang penuh refleksi dan inspirasi, karya ini adalah sebuah perenungan tentang pentingnya jejak yang kita tinggalkan dalam kehidupan.
All Rights Reserved
Sign up to add GARIS to your library and receive updates
or
#82perjalananhidup
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Senja Diantara Dua Langit cover
Larasati- Napas Dari Masa Lalu cover
Ruang Kosong di Antara Jingga cover
[ON GOING!] Berbisik Ke Bumi cover
Mystic Reveries: Chronicles of the Soul's Journey cover
Kotak Surat cover
Makna Dibalik Kisah cover
Gemuruh Punya Cerita cover
Refleksi  cover

Senja Diantara Dua Langit

13 parts Ongoing

Di tengah dunia yang terus bergerak, ada satu jenis kehilangan yang sunyinya tidak bisa dijelaskan kehilangan yang datang bahkan sebelum sempat dipeluk. Buku ini adalah kisah tentang duka yang sunyi, tentang dua manusia yang berusaha bertahan setelah kehilangan anak yang belum sempat mereka genggam. Di balik peran sebagai penyelamat dalam dunia kebencanaan, tersimpan satu kenyataan yang tidak bisa dihindari: bahkan orang yang paling tahu cara menolong, bisa kehilangan arah ketika luka itu datang dari dalam rumahnya sendiri. Ia, yang terbiasa menjadi orang pertama di garis depan, yang tahu bagaimana menenangkan penyintas, meredakan trauma, dan menyalakan kembali harapan, kini harus menghadapi kenyataan bahwa yang paling membutuhkan pertolongan adalah istrinya dan dirinya sendiri. Tidak ada pelatihan untuk rasa bersalah yang tak bisa dihapus, tidak ada protokol evakuasi untuk jiwa yang patah. Buku ini bukan tentang heroisme, tapi tentang rapuhnya manusia. Tentang bagaimana kehilangan bisa mengubah arah hidup, meruntuhkan yang kokoh, dan memaksa seseorang untuk kembali belajar berjalan pelan-pelan, di atas puing-puing harapan. Sebuah catatan jujur tentang duka, cinta, dan upaya untuk kembali pulang pada diri sendiri, meski tak lagi utuh.