Love Competition

Love Competition

  • WpView
    Reads 166
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 14, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Bangga lu? Seneng lu?" "Rank 1 hasil caper. Untungnya kaki tangan guru ya gini." Kalimat-kalimat itu hanya sedikit dari penghinaan yang telah Rayensyah lontarkan kepada Feyyina semenjak mereka berada di sekolah jenjang SMA. Feyyina yang sejatinya hanya seorang gadis yang bisa dikatakan pintar, yang ingin membanggakan kedua orang tuanya, selalu bersaing dengan Rayensyah dalam bidang akademik. Walaupun Feyyina sendiri tidak pernah berniat untuk bersaing dengannya. Namun lambat laun, Feyyina sadar akan suatu alasan yang membuat Rayensyah berambisi untuk menjadi anak terpintar di kelas, atau bahkan diangkatan mereka. Itu membuatnya penasaran dan dengan nekad mencoba untuk mengubah sifat Rayensyah menjadi sedikit lebih baik. Karena sebenarnya, sifat maupun sikap Rayensyah merugikan orang lain dan dirinya sendiri. 🏆: 33 #slowburn 🏆: 10 #obsess
All Rights Reserved
#412
redflag
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • Ketua Osis Vs Kapten Basket
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • RAIHAN
  • ALZADAISY[End]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • DAYANA
  • Lean On Me (Bersandarlah Padaku )
  • Sweet Couple [On Going]

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines