Mr. Loverman

Mr. Loverman

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 15, 2025
Tarun Tarendra, seorang anak lelaki yang tumbuh terlalu cepat dalam sunyi dan kemewahan, menjalani hidupnya di antara cinta diam dan nestapa yang terus menghampiri. Hatinya terpaut pada seorang gadis yang tak pernah menoleh padanya, pujaan hati yang selalu menjadi cahaya di tengah hujan kehidupan. Di setiap tetes hujan yang jatuh, di setiap langkah yang ia ambil, Tarun belajar mencintai dalam diam, ia mencintai dengan cara yang penuh luka, harap, dan doa yang tak terdengar. Ia menatap dunia yang monokrom, berlari di tengah hujan Bogor, dan menunggu kesempatan untuk hadir di hidup sang gadis, meski hanya sebagai bayangan. "Mr. Loverman" adalah kisah tentang rindu yang tak terbalas, tentang keberanian yang lahir dari ketakutan, dan tentang hati seorang anak lelaki yang tetap memupuk cinta dalam kesendirian. Sebuah perjalanan getir menuju kebahagiaan yang mungkin hanya bisa ia rasakan dalam utopia hujan. Apakah Tarun akan berhasil membuat pujaan hatinya jatuh cinta? Apakah ia akan menemukan kebahagiaan di tengah dunia yang tak bersahabat?
All Rights Reserved
#303
sadend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines