BEBAS
  • WpView
    Reads 355
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 28, 2025
Aku adalah langit luas tanpa batas, awan yang berarak tanpa beban. Tiada dinding yang mampu menahan, tiada jeruji yang bisa mengurung. Di setiap desir angin, di setiap desah napas, aku ada-lepas, merdeka, dan abadi. Artinya apa? Disini aku ingin bebas menjadi apapun yang aku mau. merangkai segala aksara, story, kekuatan di karya bebas ku. Aku ingin menjadi burung kecil yang terbang tinggi seperti di sampul cerita yang telah aku buat.mungkin mata tidak mengarah ke gambar kecil itu tetapi aku tersudut di picture ini seperti hidup yang mulai terproses selamat datang di aksara baruku dengan berjudul ~BEBAS~ .
All Rights Reserved
#778
bebas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • H-30 (Freenbecky)
  • Cinta Berbalut Puisi
  • MATCH MADE IN HEAVEN 2 (SELESAI)
  • Renjana
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Lukisan Aksara
  • SHATTERED ILLUSIONS (TAMAT)
  • CERPEN (END)
  • You Belong To Me.

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines