We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Berondong Rasa Sugar Daddy

Berondong Rasa Sugar Daddy

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 24, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Terjebak dalam status yang belum berpisah secara resmi dengan suami, Lolita harus bekerja keras untuk menghidupi anaknya yang masih kecil. Pertikaian besar yang terjadi antara dirinya dengan sang suami membuatnya nekat untuk pergi meninggalkan suami dan membawa pergi anaknya juga. Dengan modal nekat dan sisa tabungan yang ada, ia pulang kembali ke kota asal kelahirannya di Bandung. Namun ia dihadapkan dengan susahnya mencari pekerjaan karena keterbatasan usianya, serta statusnya yang sudah menikah dan mempunyai anak, juga riwayat pendidikannya yang hanya sampai SMA saja. Ditengah lelah dan frustasinya mencari pekerjaan, Lolita bertemu dengan anak laki-laki yang dulu selalu mampir ke tempat kerjanya. Anak laki-laki yang dulu masih remaja SMP itu kini sudah menjadi seorang pria dewasa yang tampan dan mempesona. "Kamu..? Anak yang dulu sering datang ke perpustakaan bukan?" - Lolita Aquila Ruby "Halo, kakak cantik masih ingat aku rupanya?" - Alvaro Keanu Hanzo
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dan Lukanya
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • BEYOND THE GLASS WALLS
  • Kami yang Berdosa
  • ALDERINO
  • Prince Untuk Alea
  • Become a Great Mom [Completed]
  • EX-HUSBAND (COMPLETED)
  • Terlanjur Resepsi

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines