Berondong Rasa Sugar Daddy

Berondong Rasa Sugar Daddy

  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 24, 2024
Terjebak dalam status yang belum berpisah secara resmi dengan suami, Lolita harus bekerja keras untuk menghidupi anaknya yang masih kecil. Pertikaian besar yang terjadi antara dirinya dengan sang suami membuatnya nekat untuk pergi meninggalkan suami dan membawa pergi anaknya juga. Dengan modal nekat dan sisa tabungan yang ada, ia pulang kembali ke kota asal kelahirannya di Bandung. Namun ia dihadapkan dengan susahnya mencari pekerjaan karena keterbatasan usianya, serta statusnya yang sudah menikah dan mempunyai anak, juga riwayat pendidikannya yang hanya sampai SMA saja. Ditengah lelah dan frustasinya mencari pekerjaan, Lolita bertemu dengan anak laki-laki yang dulu selalu mampir ke tempat kerjanya. Anak laki-laki yang dulu masih remaja SMP itu kini sudah menjadi seorang pria dewasa yang tampan dan mempesona. "Kamu..? Anak yang dulu sering datang ke perpustakaan bukan?" - Lolita Aquila Ruby "Halo, kakak cantik masih ingat aku rupanya?" - Alvaro Keanu Hanzo
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naughty Nanny
  • The Unwritten Rule [21+]
  • Prince Untuk Alea
  • Mr. Right For Now
  • BEYOND THE GLASS WALLS
  • Kami yang Berdosa
  • SENANDUNG RUSUK RUSAK
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • ALDERINO

"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."

More details
WpActionLinkContent Guidelines