Story cover for Dewangga || [ON GOING] by vVvizzteyaa
Dewangga || [ON GOING]
  • WpView
    LECTURAS 47
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 47
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado ago 12, 2024
BXB jangan salpak!! 

___________

 Bukankah ini sungguh lucu? hahaha, mengapa dirinya (𝐃𝐄𝐖𝐀𝐍𝐆𝐆𝐀 𝐖𝐈𝐑𝐀𝐓𝐀𝐌𝐀) bisa 𝐁𝐄𝐑𝐓𝐑𝐀𝐍𝐌𝐈𝐆𝐑𝐀𝐒𝐈 ke dalam novel tidak jelas ini.. ?? Oh tidak bukan itu masalahnya!! TETAPI MENGAPA DIA HARUS MENJADI ANTAGONISNYA DI SINI?? ahh~ sungguh menyebalkan. 

___________

"unghhh.. sial mengapa tubuhku terasa sangat sakit..??" 

dan juga mengapa bisa dirinya berada di sebuah kamar yang luas dan besar ini? seingatnya kamarnya ini tidak seluas dan sebesar ini kan-?? baiklah mari kita tidak memikiri hal tersebut ya kan? lebih baik sekarang bangun dan cuci muka hehee.

Setelah aku mencuci mukaku ini, aku menatap diriku yang berada di dalam kaca itu, dan tunggu--
sejak kapan mukaku menjadi lebih tampan?? badanku juga terasa lebih berisi dan berotot. 

"wait- KENAPA GUA BISA ADA DI TUBUH INI?!!!??!"

____________ 

oke baik sudah cukup tmn-tmn...
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Dewangga || [ON GOING] a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#854harem
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
The Wolfe's Countdown cover
REGAN's Crazy Wife cover
CINTA NYATA  cover
Melengkapi  cover
BACKSTREET  cover
𝕋𝕨𝕠 𝔻𝕖𝕒𝕥𝕙 [TERBIT] ✓ cover
Change The Plot (Niel)   cover
Whispers In The Dark cover
Chana's Transmigrasi cover

The Wolfe's Countdown

39 partes Continúa

Tanpa bicara sepatah kata pun, Axel berjalan menuju ranjang. Dia duduk di tepi kasur, memunggungi Lucia, lalu mulai melepas sepatunya. Lucia gemetar hebat. Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus membantunya? Atau diam saja? Axel menoleh ke samping, menatap Lucia yang sedang memeluk lututnya sendiri seperti landak ketakutan. "Kenapa kau duduk di situ seperti patung?" tanya Axel, suaranya serak dan dalam. "S-saya... menunggu instruksi, Tuan," cicit Lucia. Axel mendengus. Dia berbaring telentang di kasur, mengambil tempat yang luas, menyisakan sedikit ruang untuk Lucia. Dia menatap langit-langit kamar yang tinggi. "Berbaring," perintah Axel.