Bayang-Bayang Takdir

Bayang-Bayang Takdir

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 10, 2024
Nadhira dan Nadhea adalah kembar identik yang takdirnya terpisah sejak lahir. Nadhira tumbuh di tengah kemewahan dan kenyamanan, diadopsi oleh keluarga kaya setelah terpisah dari ibu kandungnya dalam sebuah kecelakaan misterius. Sementara itu, Nadhea dibesarkan dalam kesederhanaan dan harus menghadapi kerasnya kehidupan. Meski terpisah, kedua saudara ini tak pernah sepenuhnya merasakan kebahagiaan yang utuh-selalu ada perasaan kekosongan dalam hati mereka yang tak dapat dijelaskan.Ketika Nadhea menemukan surat tua dari ibunya yang mengungkapkan keberadaan saudara kembarnya, ia merasa bahwa inilah saatnya untuk mencari dan menghubungkan kembali ikatan yang hilang. Namun, perjalanan untuk menemukan Nadhira membawa lebih banyak pertanyaan daripada jawaban, terutama ketika Nadhira menolak untuk percaya pada cerita Nadhea.
All Rights Reserved
#71
olla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
  • RODA KEHIDUPAN
  • Rumah Kedua
  • ANTARA GARIS SEMU DAN SENJA
  • Di Persimpangan Hati
  • Find Your Why

Aurelia, seorang penulis muda yang kembali ke kampung halamannya setelah sepuluh tahun, membawa serta luka yang belum sembuh dari kehilangan saudaranya, Ayra. Kembali ke rumah berarti menghadapi masa lalu yang selama ini ia hindari: hubungan yang memburuk dengan ibunya, kenangan akan saudaranya yang tenggelam dalam danau yang kini menjadi tempat wisata, dan Nadir-sahabat masa kecil yang kini menjadi seniman lukis pendiam yang tinggal di rumah kaca tua di tepi hutan. Sementara itu, Nadir menyimpan rahasia yang telah membebani hatinya selama bertahun-tahun. Ia adalah satu-satunya orang yang bersama Ayra saat tragedi itu terjadi. Namun, sesuatu tentang hari itu tidak pernah ia ceritakan, bahkan kepada dirinya sendiri. Ketika Aurelia dan Nadir dipertemukan kembali lewat proyek restorasi perpustakaan tua-tempat kenangan masa kecil mereka tertinggal-mereka mulai mengurai kata-kata yang tak pernah sempat terucap. Dalam keheningan percakapan mereka, dalam jeda, dalam napas yang tertahan, ada kisah yang selama ini tersembunyi. Dengan narasi yang puitis dan atmosfer yang melankolis, novel ini menggali tema kehilangan, komunikasi yang retak, dan upaya menemukan makna dalam ruang kosong antar kata-kata. The Spaces Between Our Words bukan hanya tentang yang dikatakan, tetapi tentang yang tidak pernah bisa diucapkan-dan bagaimana keheningan bisa menyembuhkan, menyatukan, atau justru memisahkan selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines