TRUST ME ( And I Trust You ) (END)

TRUST ME ( And I Trust You ) (END)

  • WpView
    Reads 94,926
  • WpVote
    Votes 6,228
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 11, 2025
Anak satu satunya di tuntut untuk menjadi yang paling sempurna demi mendapat harta warisan sang kakek. Masuk ke dalam dunia dimana bukan jati dirinya yang di temukan di dalam sana. Mempunyai nama belakang yang di pandang hormat oleh orang lain membuatnya tak bebas menjalani hidup selayaknya remaja SMA pada umumnya. Kekangan dan larangan yang berlebihan membuatnya membangkang di suatu hari. Dia lelah benar benar lelah dengan jalan hidup yang memuakkan seperti ini. "Gue gak bisa". Ucap gadis itu saat melihat bagian tubuh yang harus ditattonya. "Disini?". Menunjuk bagian tubuhnya yang lain. "Gak bisa, gue gak bisa gambar di tempat kayak gitu". Ucapnya lagi masih menolak. "Gue cari tempat lain aja". Menutup kembali bajunya dan berlalu dari sana.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • Love Mistake
  • Loving You
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Insecure [REVISI]
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Oddly Coupley (Complete)

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines