simulation Or Realty【BRUTAL HARDCORE II】

simulation Or Realty【BRUTAL HARDCORE II】

  • WpView
    Reads 1,910
  • WpVote
    Votes 160
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Oct 5, 2024
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Culture and Identity
Action and Thriller
Sebuah Border yang mengurung dunia, banyak yang terjebak disini tapi sebenarnya mereka terjebak atau malah mereka orang asli di dunia itu?
All Rights Reserved
Series

𝗕𝗥𝗨𝗧𝗔𝗟 𝗨𝗡𝗜𝗩𝗘𝗥𝗦𝗘

  • THE END OF DARKNESS -Brutal Legends-【𝗥𝗘𝗩𝗜𝗦𝗜𝗢𝗡 𝗦𝗧𝗔𝗚𝗘】
    70 parts
  • OVERSEER【𝐄𝐋𝐋𝐈𝐎𝐓】
    9 parts
  • The Goddess -Brutal Legends-
    11 parts
  • Kanna •|Kaguta Anna|•
    2 parts
  • 10 parts
  • A DESTROYED WORLD
    1 part
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pahlawan Tanpa Kenangan
  • He(ll)aven
  • Sky : TayNew [Completed]
  • Ygdrasil Empire [brutal legend historical au]
  • Semesta paralel: dunia di mana hewan menjadi spesies yang dominan
  • Terjebak Di Dunia Brutal Hero?
  • Friends (reader x creepypasta) ✔️
  • sakura haruno adventure [completed]✔✔

Seorang remaja terbangun tanpa ingatan di dunia penuh Quirk. Kini di panggil dengan nama lain, ia hanyalah seorang Mukosei, tanpa mengetahui bahwa dirinya dulu adalah Pahlawan Elemental di masa lalu. Di tengah amnesia dan rasa kehilangan diri, ia menemukan sandaran pada Todoroki Rei, sesama pasien yang berjuang melawan bayangannya sendiri. Ikatan ibu-anak pun tumbuh. Dengan Rei yang mengambil keputusan drastis: ia mengadopsi anak itu dan memberinya awal baru... dan nama baru. Dua tahun kemudian, setelah bertahan melalui trauma, kebingungan identitas, dan hidup sederhana di balik bayangan keluarga Todoroki, anak itu mengambil keputusan yang mengubah segalanya: ia akan masuk UA dan menjadi pahlawan tanpa Quirk. Pilihan yang membuatnya berdiri sendirian di tengah dunia yang berkali-kali menolaknya-dunia yang ingin menakutinya, mengingatkannya bahwa ia "tak seharusnya bisa". Namun ia tetap maju. Tanpa memori, tanpa kekuatan, hanya bermodalkan tekad keras dan keberanian untuk menjadi seseorang yang bahkan dirinya sendiri belum mengenal. Di situlah perjalanannya benar-benar dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines