Naisha
  • WpView
    Reads 746
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 12, 2025
Jika hidup orang-orang selalu penuh dengan warna, lain halnya dengan hidup Naisha. Ia merasa bahwa hidupnya hanya terisi dengan warna hitam dan putih, semenjak ia kehilangan dua orang yang berharga dalam hidupnya. Lantas, akankah selamanya hidup Naisha hanya diwarnai oleh warna hitam dan putih?
All Rights Reserved
#796
abdinegara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • OESANG [ TRAUMA ]
  • Pelangi
  • JIWARAGA  ( THE END ) REVISI
  • Orang Biasa
  • Do'a Dan Penantian!🌻
  • stay with me
  • Jodoh?? Mungkin.
  • Ice Gril 🌧️ (TAMAT)

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines