OneShoot - My Innocent Bride

OneShoot - My Innocent Bride

  • WpView
    Reads 2,126
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 17, 2015
"Aku terjatuhhh" pekikku dalam hati sambil mulai menutup mata. "Ahkk.... Apa ini?" tanyaku terkaget dalam hati, lalu kemudian aku mulai membuka mataku perlahan. "Dasar" suara seorang pria terdengar dari belakangku. "Apa gue udah di surga? Ini suara siapa? Malaikat? Atau Tuhan? Siapa yang memelukku??" racau ku dalam hati. "Pengantinku.... sulit sekali dikendalikan, ya?" Suara itu terdengar lagi dan kali ini sepertinya terdengar lebih mirip bisikan.
All Rights Reserved
#35
bride
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Disguise... [END]
  • My Wedding Story
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • My Perfect My Really Delusion
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Sisi Gelap Mantan Pacar-ku [TAMAT🌻]
  • Me and My World

[Cerita kedua yang Saki buat di Wattpad, tahun 2014, masih sangat belajar waktu itu. Maka dari itu maaf kalau alay dan gaje. Manusia hidup nggak langsung dewasa, kan?] 😂😂😂 "Jangan sampai lo jatuh cinta sama gue." Zia menoleh tidak percaya, menghadap Ardi yang kini asik duduk santai di tempat tidurnya. "Hah! Tenang saja! Gue nggak akan jatuh cinta sama lo, kok! Idih kepedean banget sih jadi orang?" Cibir Zia kesal. Kok bisa-bisanya ada mahluk sepercaya diri itu. "Bukan gitu, makanya kalau orang lagi ngomong dengerin dulu sampe selesai. Maksud gue, gue nggak akan bilang hal kayak yang tadi gue bilang itu. Gue nggak bakal ngelarang lo jatuh cinta sama gue. Ya secara gitu banyak cewek di luar sana yang ngelihat gue aja mereka langsung jatuh cinta. Masa iya gue ngelarang istri gue sendiri jatuh cinta sama gue, ya nggak? Jadi kalau lo cinta sama gue duluan bilang aja, mungkin bakal gue pertimbangkan..." Timpal pria itu tanpa beban. Reaksi Zia? Jangan ditanya, gadis itu sudah memutar bola mata malas dan hampir muntah karena muak mendengarnya. Ya Tuhanku... boleh nggak sih Zia lempar sisir yang ada di tangannya itu ke mulut lawan bicaranya? Kok ada sih spesies macam ini, jadi suami Zia pula. Entah harus punya kesabaran sampe mana untuk menghadapi mahluk macam dia. Cerita lengkap bisa dibaca di applikasi KUBACA, bisa cari akun sa_saki di sana. Thank you :D Published Januari 2014

More details
WpActionLinkContent Guidelines