PROLOG Jogja selalu punya cara untuk membuat seseorang jatuh cinta. Entah karena senja yang menggantung malu di langit Malioboro, aroma kopi dari angkringan pinggir jalan, atau hujan yang turun perlahan di tengah malam. Dan bagi Alya, Jogja adalah tempat di mana ia belajar bahwa cinta tidak selalu datang dengan cara yang indah. Kadang cinta hadir bersama luka. Kadang cinta datang tepat saat seseorang memilih pergi. Hujan turun cukup deras malam itu. Lampu jalan memantulkan bayangan air di trotoar. Orang-orang berlarian mencari tempat berteduh. Suara kendaraan bercampur gemuruh langit membuat kota terasa semakin sendu. Di halte kecil dekat Titik Nol Kilometer, seorang gadis berdiri sambil memeluk tasnya erat. Matanya sembab. Namanya Alya. Ia baru saja kehilangan seseorang yang paling ia cintai. Sementara di seberang jalan, seorang laki-laki memperhatikannya diam-diam. Laki-laki itu tidak tahu siapa Alya. Namun malam itu, hujan Jogja mempertemukan mereka. Dan sejak saat itu, hidup keduanya berubah.
More details