Espresso

Espresso

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 19, 2024
WpInfo
Fiction
Mystery
AN ; Original Story by Zefanya Zala (Zeph Kim) Berkisah tentang seorang gadis yang membalaskan dendam atas kematian ibunya. Karena perdilannya tidak sebanding, Ia mengirimkan 7 penjahat dalam penjara dengan maksud membalas dendam dengan pembunuh, tapi rencana itu diketahui oleh seorang inspektur. Apakah yang akan dilakukan gadis tsb? Zara baru saja pulang. Ia menemukan ibunya tergeletak di sofa yang penuh darah dengan banyak luka tusukan, mulutnya pucat, tapi rumahnya terlihat sangat - sangat rapi seperti tdk ada penyelundup atau yang memaksa masuk. Berbulan-bulan bahkan ayah kandungnya juga harus dituduh menjadi tersangka tapi tanpa hasil yang baik pula. Namun ketika pembunuhnya ketemu, Zara justru tidak puas dengan peradilan yang ada. Ia seperti berjuang sendirian. Hanya butuh sebulan ia nekat mengumpulkan 7 orang mantan narapidana, membuat kesepakatan dan dengan sukarela mereka masuk ke penjara demi membalaskan dendam ibunya. Siapakah 7 orang itu & mengapa mereka mau menuruti Zara? Kesepakatan seperti apakah yang diberikan Zara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • Vengeful Devil
  • Inside of Me
  • KenZahra [END]✔️
  • Rahasia di Balik Cahaya Panggung
  • The School's Secret Agents
  • IKHLAS
  • Saranjana [END]

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines