We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
BUAYA LORENG

BUAYA LORENG

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 16, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Ngancani aku kelangan konco crito...." "Sikaaat!!!" Dua pemuda mengisi malam keredupan dengan sebuah nyanyian, di bawah alunan lagu Jawa dan juga suara merdu menemani tugas mereka yang harus menjaga di provost, sambil cekikikan dengan kelakuan temannya itu membuat Ricky haus dan memutuskan untuk ke omi. warung kecil di sudut jalan yang tidak jauh dari pandang itu terlihat seorang perempuan yang sedang kesal. "Tapi om aku mau banget es krim ini, masa cuma kurang seribu aja ga boleh kan aku juga sering ke sini om!!" rayu paksa dari seorang perempuan yang tak mau kalah itu membuat kasir amat bingung. "Tak bisalah nanti saya minus! tau minus tak? kurang nanti laporan di keuangannya masa saya yang harus nunggakkin nalangin kamu," tegas kasir itu yang sudah naik pitam. perempuan itu pun akhirnya mengalah, ia memutar balikkan badannya hendak mengembalikan es krim yang tadi ia ambil tetapi sebelum itu terjadi. "Aduh!" perempuan bertabrakan dengan Ricky. Ricky hanya melihatnya dan spontan mengambil es krim yang ada di tangan wanita itu. "Botol Yakult dan juga es krim ini satukan dengan belanjaan saya om." "Hah, pak ga usahh repot-repot!!" cegah wanita itu yang sama sekali tidak menggoyahkan Ricky, ia pun membawa belanjaan itu keluar bersama dengan wanita itu. "Pisahkan jajananmu, cepat." dengan dinginnya ia langsung mengeluarkan jajanannya, wajah cemberutnya itu membuat Ricky gemas, tanpa basa basi perempuan itu pun patuh dan menatap Ricky sembari mengulurkan lengannya. "Terima kasih, aku Rachel..." wanita itu tersenyum dan terlihat lesung yang menambah kemanisan di wajahnya. Ricky pun hanya meliriknya, "Oh ya, nama om siapa?" Ricky pun tersadar dari lamunannya dan langsung mengulurkan tangannya, "Ricky, nama saya Rick--" "Makasih ya om Ricky, ini Yakultnya untuk om... bye." Rachel langsung masuk dalam mobil, Ricky pun terdiam. Awal pertemuan yang membuat hati tak karuan, Ricky melihat sekeliling untunglah sepi... tapi ini awal mulanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  •  CHARIVA SQUAD
  • The Tycoon's Scandal
  • Angel
  • Still With You
  • Yes, Sir
  • my Hero, may be! ||  ᴶᵃᵉᴳⁱ [END]
  • My Boss my husband
  • Repeat Again (Jjk >< Iny) ▶End◀

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines