Bergema Melodi Lara

Bergema Melodi Lara

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 8, 2025
Hidup adalah melodi-kadang mengalun lembut, kadang bergetar pilu. Lara Jeevika tahu itu lebih baik dari siapa pun. Masa kecilnya adalah lagu riang yang perlahan berubah menjadi nada sendu. Mimpinya tinggi, tapi kenyataan selalu menahannya di tanah. Namun, bukankah setiap melodi punya akhir yang indah? Ini adalah kisah Lara. Tentang kehilangan yang menguatkan. Tentang air mata yang menempa. Tentang langkah kecil yang tak pernah berhenti. "Jika hidup adalah lagu, maka aku akan menyanyikannya sampai akhir." Lara terus berjalan, meski langkahnya goyah. Karena ia tahu, hidup bukan soal menang atau kalah. Hidup adalah tentang terus melangkah. *** SEBELUM BACA JANGAN LUPA FOLLOW SUPAYA TIDAK KETINGGAL CERITA INII YAA 🤩‼️
All Rights Reserved
#561
perjalananhidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines