Dandelion Flowers [One Shot]

Dandelion Flowers [One Shot]

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Fri, Feb 7, 2025
Ada seorang pria yang dirawat di kamar 103. Dia adalah seorang narapidana yang sedang menunggu hari eksekusinya. Pria itu memiliki bola mata berwarna cokelat terang yang indah. Tapi, tidak ada yang berani untuk melihat mata indahnya itu. Dia dibenci oleh semua orang karena perbuatannya. Orang-orang hanya tahu tentang dosa-dosanya saja, namun tidak tahu bagaimana dia berjuang selama ini hanya untuk bisa mendapatkan kebebasan. Dia seperti bunga Dandelion yang hidup di dunia yang keras sama halnya dengan celah bebatuan. Tidak ada yang menyukainya dan menganggapnya seperti hama, meskipun begitu, tidak ada seorang pun yang bisa menghalanginya untuk bisa mendapatkan sebuah kebebasan. Dia adalah seseorang yang hanya ingin mencintai dan menjaga orang yang berharga baginya. Dia ingin terus bersama dengan orang itu sampai hanya kematian sendirilah yang akan memisahkan mereka.
All Rights Reserved
#128
dandelion
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Destiny Meeting [Ddeungromi]
  • Gadis Dandelion
  • DANDELION
  • One Shoot SasuSaku
  • Kintan dan Farhan
  • Sisi Penjara [ Terbit ✔️]
  • Dandelion[Completed]

Sebuah hubungan terjalin, tapi ini bukan tentang cinta yang manis. Ada rahasia yang terlalu dalam untuk diungkap, masa lalu yang terlalu kelam untuk dilupakan, dan takdir yang menjerat dengan cara yang tak pernah bisa diprediksi. 🔪 Dark romance meets mystery, laced with fate and dangerous obsession. "UPDATE SESUAI MOOD" ⚠️ PERINGATAN ⚠️ Cerita ini mengandung tema-tema kekerasan psikologis, obsesi, serta beberapa unsur dewasa, meski disampaikan secara tersirat. Beberapa bagian mungkin dapat memicu ketidaknyamanan bagi sebagian pembaca. Disarankan untuk pembaca dewasa dan yang siap secara emosional. Harap baca dengan kesadaran dan pertimbangan pribadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines