BELIEVE ME!

BELIEVE ME!

  • WpView
    Leituras 1,253
  • WpVote
    Votos 353
  • WpPart
    Capítulos 21
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, ago 25, 2025
WpInfo
Ficção
Romance
(jika kau membacanya maka kau abadi di dalam karyaku.) "Mau sedalam apapun laut dimata lo, tolong jangan sesekali berfikir untuk menenggelamkan diri." -Afga. Terlahir dari rahim wanita gila bukanlah kemauan nya. Namun terkadang takdir memang sebercanda itu. Ayahnya seorang pejabat yang termasuk orang penting di negara, namun tidak semua orang tahu bahwa ia adalah anak hasil dari hubungan terlarang antara ayahnya dan wanita dengan gangguan jiwa. Rumit, satu kata yang mendeskripsikan kehidupan seorang Sadisa Lentera. Puncaknya, ketika malam itu ia melihat sang ibu yang terkapar akibat dijejali oleh tangan kanan ayahnya dengan obat-obatan terlarang hingga overdosis. Mati rasa, seketika itulah yang ia rasakan. Tujuan hidupnya sirna melihat tubuh wanita berharga nya terbujur kaku dengan mulut berbusa. Memilih kabur dari kediaman ayahnya dan berniat mengakhiri semua penderitaan nya. Ia terlalu lelah dengan ini. Ia hendak melompat terjun bebas dari atas jembatan menuju terjalnya sungai bebatuan. Akan tetapi, seorang laki-laki menghentikan aksinya. Bukan meyakinkan bahwa hidup akan baik-baik saja, tetapi laki-laki itu meyakinkan bahwa dia akan melindunginya agar tetap bertahan hidup. Lantas apa yang akan terjadi selanjutnya pada kisah kehidupan seorang Sadisa Lentera? 📍BUKAN HASIL PLAGIAT MAUPUN UNTUK DI PLAGIAT!
Todos os Direitos Reservados
#822
fiksiumum
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Eliinaa
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • I'm okay (END)
  • Let Me Love You Longer
  • HIDDEN I (The End)
  • Nayara [ TERBIT ]
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo