ASMARALOKA

ASMARALOKA

  • WpView
    LECTURAS 120
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jun 8, 2025
"Mas Dafi mau gak jadi pacar aku?"tanya seorang gadis dengan pakaian putih biru serta tas abu-abu yang ada di pundaknya. "Aduh kamu sekolah dulu yang pinter nanti kalau udah, boleh deh. " Jawab pemuda dengan almamater kuning yang terpasang di tubuh gagahnya. "Yah jadi sekarang gak boleh ya mas?"tanya gadis itu lagi. "Belum boleh ya. " Kisah dari Airish yang menyukai teman dari sepupunya. Namun, karena umur mereka yang berbeda jauh harus membuat Airish memendam semua itu. Apakah mereka akan kembali bertemu? Yuk langsung baca!!
Todos los derechos reservados
#14
softspoken
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • DAKSA [END]
  • Putih & Abu-abu
  • ALESYA (END)
  • Boyfriend
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Arsyilazka
  • Bad Scene
  • Dear, Pak Dosen 2 (Completed)

Masa SMA selalu identik dengan cerita cinta pertama-manis, sederhana, dan penuh harapan. Ayra tahu itu. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu berharap pada kisah cintanya sendiri. Hingga kehadiran Heksa Albara Davendra perlahan mengubah cara Ayra memandang perasaan. Dari obrolan ringan, kebersamaan sebagai sahabat, hingga rasa nyaman yang tumbuh tanpa disadari, Ayra mulai percaya bahwa hatinya tak salah memilih. Namun, cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat. Ketika perasaan semakin dalam, Ayra dihadapkan pada kenyataan yang memaksanya belajar tentang kecewa, menerima, dan arti mencintai tanpa memiliki. Diary Ayra adalah kisah tentang cinta SMA yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan remaja-tentang harapan yang tumbuh, perasaan yang tak selalu berbalas, dan proses pendewasaan diri di usia muda.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido