What We Talk About When We Talk About Love

What We Talk About When We Talk About Love

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 5, 2015
Sebuah koran lokal menyebutkan Arkidam anak muda paling potensial menjadi penulis cerita pendek yang handal. Beberapa cerpennya dimuat di koran lokal dan nasional. Tapi di sayembara sekolah seorang sisiwi yang memiliki hidung yang sulit dilupakan mengalahkannya. Padahal Arkidam yakin cerita pendeknya tentang benteng dan gua Jepang di Gunung Putri Lembang Bandung sangat sesuai dengan karakteristik yang disukai dewan juri. Lalu bunga anggrek mempertemukan mereka dalam situasi yang sulit.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • beautifull sunset and someone berbatik
  • Lembah Merpati - Chung Sin
  • ARTAN
  • KAPAN MOVE ON?
  • RIMBA MERUN
  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • BALAS DENDAM! ✔
  • Pendekar Lembah Perawan
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Find Your Prompt

"emang boleh cewe sekaku dena berkelahi dengan cowok se estetok a yasirr" ucap seorang gadis bernama lengkap azdena andalussya itu ,ia sedang duduk di bangku bawah pohon yang rindang, dengan angin sepoi" yang ada di halaman pondok nya, namun tiba"suara berat nan candu terdengar dari belakang gadis itu "boleh den, emng gaboleh knp? nanti yasir ajarin pose apapun yang dena mau asal, orangnya dena" bak di sambar petir siang" bolong, dena langsung membalikan badan nya untuk melihat, siapa yang baru saja menjawab ucapan nya, dena kira orang itu bukan a yasir sungguhan, tapi ternyata itu benar a yasir, a yasir tersenyum tipis lalu berbalik badan untuk terus berjalan menuju rumah, lebih tepatnya rumah guruku, dan a yasir adalah putra ke-3 guruku, dan nama lengkap a yasir adalah yasir izzatullah at-tanzil. Kesalahan terbesar dalam hidup ku adalah terpikat hati pada seseorang yg seharusnya aku hormati, mengagumi dia yg notabene putra guruku sendiri tapi inilah aku, aku yang membuat kerusuhan hatiku, sampai tak sadar semakin dalam mengaguminya, semakin dalam juga aku menabung rasa sakitnya , tapi entahlah aku hanya ingin menikmati masa remaja ku. Jangan lupa vote, and comment ya gaiss

More details
WpActionLinkContent Guidelines