Story cover for The Lost Art by shasacaci
The Lost Art
  • WpView
    Reads 861
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 861
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Aug 18, 2024
Saat berumur 7 tahun, Winnie pernah kehilangan lukisan yang baru beberapa hari lalu ia lukis. Namun, lima tahun kemudian, Winnie menemukan lukisannya yang dulu sempat hilang. Tapi tidak berlangsung lama, karena saat berumur 15 tahun Winnie kembali kehilangan lukisannya. Kehilangan untuk selamanya. Winnie tidak akan pernah menemukan lukisan itu lagi. 

Itu yang Winnie pikirkan sebelum akhirnya tiga tahun kemudian Winnie bertemu dengan lukisan yang mirip sekali dengan lukisannya. Lukisan itu sama persis, bahkan seperti duplikat dari lukisan Winnie. Terlihat asli dari pada yang aslinya. Hingga Winnie ragu, ini duplikat dari lukisannya atau memang lukisannya yang asli?

Namun tentu, ini bukan hanya sekedar tentang lukisan.
All Rights Reserved
Sign up to add The Lost Art to your library and receive updates
or
#801campus
Content Guidelines
You may also like
Revenant: Kuntilanak Penyelamat by mrcoyman
11 parts Complete
Kehidupanku begitu indah dan penuh dengan warna. Tidak semua orang memiliki keistimewaan untuk menghidupi kehidupanku. Aku cinta penuh terhadap Ibu dan ayahku yang membesarkan Aku. Dan Aku cinta semua teman sekolahku meskipun perseteruan dan masalah ada di antara kita. Tetapi semuanya sirna dalam satu jentikan jari. Hanya butuh satu insiden saja untuk mengakhiri hidupku di dunia ini. Aku melihat tubuhku sendiri penuh dengan darah, dan tulang yang patah dan rapuh. Satu momen yang berlangsung selama 5 menit saja bisa menghancurkan kehidupan yang dibangun bertahun-tahun. Namaku Angeline dan umurku masih 14 tahun. Sebagai arwah gentayangan. Aku berkelana ke tempat-tempat familiar dan menemui mereka yang terdekat dengan aku. Dari sekian banyaknya teman-temanku yang terdekat, seorang anak di kelasku yang dianggap aneh adalah satu-satunya yang hidup yang bisa mendengar perkataanku berkat dari talenta kususnya. Dan dari terjalinnya komunikasi antara Aku dan Alina, kita menciptakan sebuah persahabatan yang baru di tengah-tengah duka dan tragedy. Sebagai roh orang mati, Aku berprasangka akan menghabisi akhiratku di dalam penyesalan, amarah, dan binasa. Seperti apa yang banyak orang pikir sebagai hantu gentayangan yang haus akan balas dendam, meminum darah anak-anak, dan membawa ketakutan, kutuk, dan mala petaka kepada yang masih hidup. Tetapi Aku tidak pernah berpikir mengenai balas dendam ataupun kebencian kepada siapapun. Aku tidak tega untuk menyakiti orang lain semenjak Aku masih kecil dan begitu juga setelah Aku mati. Aku selalu membantu orang yang lemah, dan menemani mereka yang kesepian. Demikian hal yang sama juga yang ingin kuliakukan sepanjang kematianku sebagai roh yang tersesat. Banyak sekali yang kudapatkan di sepanjang pengalamanku sebagai roh mati. Terutama dengan bangkitnya kuasa gelap yang melandai ibukota, menyelamatkan perempuan yang hampir mati, dan melawan para penjahat. Apakah kematian ini adalah akhir dari riwayatku. Atau awal kehidupan yang baru?
You may also like
Slide 1 of 9
Kanvas Merah cover
Trust cover
Cewek Judes Vs Cowok Nyebelin END (TELAH TERBIT) cover
Revenant: Kuntilanak Penyelamat cover
Lukisan Tanpa Warna✔️ cover
With or Without You : Kita Belum Usai (SELESAI) cover
Hello Alin | ✔ cover
RE:MEMBER (END) cover
REGRET  cover

Kanvas Merah

7 parts Complete

"pergilah bersama lukisanmu, biarkan ku berkelana dengan sastraku" bisiknya. "namaku, Aruna, kata ibu artinya merah, jadi sebisa mungkin aku harus bisa jadi Aruna, Si merah yang pemberani" Aruna, seorang remaja yang lambat laun kehilangan orang orang penting dalam hidupnya, satu persatu, dan menyebabkan ia juga turut kehilangan kisah kisah yang seharusnya ada bersama mereka, namun seiring berjalannya waktu, banyaknya kehilangan itu justru memberinya pelajaran hidup bahwa sejatinya tidak ada kisah hidupnya yang hilang, ia sadar bahwa kisah hidup yang sebenarnya adalah apa yang ternyata dirasakannya sekarang, bukan alur hidup yang dirancang dikepalanya sendiri, dan bahwa kehilangan bukanlah hal yang membuatnya merasa sepi, tapi tergantung bagaimana cara kita membuka diri. dan bisikan seseorang itu, adalah salah satu dari berbagai kehilangan, apakah aruna benar benar akan kehilangan manusia itu?