Dead Leaves

Dead Leaves

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 13, 2016
WpInfo
Fanfic
BTS
"Terkadang,apa yang kita pikirkan akan menjadi moment yang paling bahagia kita miliki saat ini.. bisa secara tiba-tiba hal itu jatuh,kemudian lenyap. Sama seperti cinta. Aku belajar bahwa segala sesuatu yang indah itu bisa lenyap dengan mudah. Jadi kuputuskan, aku menjauh dari cinta itu. Aku menjauhinya karena aku tak mau menyakiti diriku sendiri. " -Hyera- "Tidak berarti apa yang kau dapatkan ,mampu kau pertahankan. Terkadang kita sulit untuk memilih untuk lanjut atau pergi. Dan memutuskan segala hal yang sudah terjadi dan memberikan memori yang indah, bukan hal mudah. Walau aku meninggalkanmu begitu saja. Dalam diam aku pun menyakiti diri ku sendiri, bukan dirimu saja." -Jimin- "Jika kau pikir semua pria di dunia ini sama saja. Kau salah besar. Jika begitu, wanita di dunia ini sama saja karena tiap mereka disakiti akan berpikir begitu. Mereka tidak tau serumit apa pria sebenarnya. Kau tau? Cinta itu manis dan pahit. Bahagia dan kesedihan ada di sana."-Taehyung-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • June | PJM
  • 30 DAYS
  • Black and white Love #Kookjin (End)
  • Annyeong Jimin [Completed]
  • WAS
  • Necessary✅✅(jikook/minimoni)
  • The Truth Untold [kth-jjk] √
  • Frozen love(jikook)✅✅
  • entahlah [END]✓

"dia adalah separuh lainnya, tetapi terserah padanya untuk memutuskan apakah dia akan menjadi sisi yang lebih baik atau lebih buruk darinya." gadis itu memandangnya berdansa setiap malam, dalam diam. Satu yang ia tak tahu adalah, laki-laki itu menyadarinya. ---- "Dia teman kecilku. Seseorang yang sangat kusayangi." Ucap June Keheningan, lagi. "Kau tahu", Jimin memulai, "Kebetulan aku juga punya teman seperti itu. Seseorang yang sangat kusayangi." Sebuah jeda. "Bunga ini untuknya." Untuk dia? "Aku menjenguknya di rumah sakit. Kupikir aku harus membawakannya bunga meskipun aku tahu dia membencinya." Dia tertawa, tetapi tawa itu tampak kosong, tidak banyak kebahagiaan yang bersembunyi di baliknya. "Tapi kurasa dia benar. Bunga itu awalnya cantik, tetapi ketika mereka mulai layu, mereka hanya akan menyisakan kenangan tentang betapa indahnya mereka dulu." Jimin terus berbicara, June sudah mulai menampar dirinya sendiri dalam pikirannya karena terlalu dangkal tentang segala hal. Mengapa dia begitu peduli tentang hubungannya dengan Boyoung? "June", Jimin menoleh, mata cokelat gelapnya menatapnya. "Foto yang telah kita bicarakan sebelumnya, diambil pada tahun 2015." ---- sebuah cerita tentang self-love dan self-destruction

More details
WpActionLinkContent Guidelines