Abbiamo aggiornato le nostre Linee Guida sul Contenuto.
Consulta le linee guida più recenti per continuare a condividere storie in sicurezza.
Change The Ephemeral

Change The Ephemeral

  • WpView
    LETTURE 8
  • WpVote
    Voti 2
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione lun, set 9, 2024
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Oleh: @coconat_alia Warning: No Plagiat! "Menurut teori relativitas khusus, cepat lambatnya waktu itu tergantung pada kecepatan gerak pengamat relatif terhadap kecepatan cahaya." 15 tahun yang lalu--tepatnya tahun 1990, kalimat itu didengar oleh Emma Roberts dari seorang pemuda cerdas yang entah bagaimana ceritanya tiba-tiba mengatakan hal itu pada Emma. Setidaknya, itu yang ada diingatan Emma. Kata-kata itu terlintas begitu saja ketika sebuah kabar pilu mengenai sang pemuda sampai ke telinga Emma. Kabar yang menyatakan bahwa Joshua Evans ditemukan tidak bernyawa di kamarnya setelah mengonsumsi Diazepam. Mendengar berita itu saja sudah cukup menyesakkan bagi Emma, apalagi ketika dirinya hadir di pemakaman Joshua. Hal itu cukup membuat kesedihan yang begitu mendalam bagi Emma. Kesedihan yang mendalam itu membawa Emma jatuh sakit. Namun, entah bagaimana, demam yang ia rasakan sirna di suatu pagi dimana ia dibangunkan oleh ibunda tercinta. Itu bukanlah hal yang mengejutkan. Hal yang mengejutkan terletak pada dimana dirinya terbangun. Ia terbangun pada tahun 1990. Untuk apa? --HAPPY READING--
Tutti i diritti riservati
#8
traveltime
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • You, Hope, and Memories
  • HARSA
  • Our Times (Completed)
  • PERFECT ROSE
  • Three Second whit Nyxie
  • At a Glance (NOREN)
  • CLOSER
  • ROAD TRIP! (COMPLETE)
  • Take It : Hae/Cal (ON HOLD)

~Sakura Minami~ Aku mencintainya sejak pertemuan pertama kami. Mungkin dia adalah jodohku, karena Tuhan mempertemukan kembali diriku dengannya . Tapi, dia seperti angin. Dia yang selalu ada di dekatku, tapi takkan pernah bisa ku gapai. Lalu aku bertemu dengannya. Dan pertanyaan muncul di benakku: jika dia memang jodohku, mengapa aku menggapai orang lain? ‬‪~Kenan Voresta~ Dia segalanya di hidupku. Ini bukan lirik lagu yang dia sukai, atau larik puisi yang ku kutip dari novel miliknya. Ini arti dirinya bagiku, dari dulu hingga nanti. Dan dia baru mengetahuinya, ketika dirinya dipelukan yang lain. Tapi, bukankah tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan yang dicinta? ‬ ‪~Brian Voresta~ Aku tak pernah menyesal bertemu dengannya, meskipun pada akhirnya, Tuhan lebih memilih untuk memisahkan kami. Dia adalah pewarna di hitam putih hidupku. Dan ku rasa, aku tak akan pernah menemukan penggantinya, karena separo jiwaku, ikut terbawa seiring dengan kepergiannya.‬

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti