Rasa Tak Bernada [Kumpulan Cerpen]

Rasa Tak Bernada [Kumpulan Cerpen]

  • WpView
    LECTURAS 61
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 9, 2024
Suatu saat kau akan merasakan betapa indah nya kehidupanmu, walau banyak sekali rintangan yang sulit untuk dihadapi tetapi hal tersebut menjadikan mu sosok yang tegar. Perasaan sedih, marah, kecewa, bahagia, canda dan tawa menjadi bagian yang tak terlupakan oleh mu. Tidak kau tidak sendirian kau memiliki sosok yang masih menemanimu dan selalu ada untuk mu, tetapi hal itu selalu saja kau lupakan. Tenanglah sejenak dan yakinlah secara mendalam bahwa kebaikan itu pasti akan datang untuk mu. Bagaimanapun juga setiap hal yang dilakukan dalam hidup tak luput dari rasa pahit dan manis. Di saat itulah kau harus terus berupaya agar suatu saat keinginanmu tercapai. Lantas sampai saat itu tiba kau akan ku banggakan dikehidupanku. Dalam kumpulan cerpen ini menggoreskan alur kehidupan saat kecil dan remaja dengan semua rintangan yang akan dihadapi dan menjadikan kenangan setelah nya, lalu perlahan-lahan menjadi sesuatu yang dirindukan tetapi juga hilang dan terlupakan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DANADYAKSA
  • Nanti Juga Sampai
  • Yang Masih Berdetak
  • If we can together
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Bumi Ranah Sagara ~Tamat~
  • The Slice Of Life (TAMAT)

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido