Maafkan Aku

Maafkan Aku

  • WpView
    Leituras 87,025
  • WpVote
    Votos 2,779
  • WpPart
    Capítulos 22
WpMetadataReadConcluída sáb, jul 11, 2015
WpInfo
Ficção
Romance
"Naura, sebenarnya aku menyimpan sebuah perasaan lebih di balik persahabatan kita. Aku tak ingin kau mengetahuinya, karna aku takut kau akan menjauhiku. Aku senang sekali, saat kau mendapatkan seseorang yang lebih baik dari aku. Aku melihat kau bahagia dengannya. Seandainya diriku yang disampingmu sekarang. Tapi apa boleh buat, takdir berkata lain. Namun, tak ada penyesalan bagiku, aku bahagia karna kau sudah bahagia sekarang. Bye, I love you" -Chiko- "Suka duka kita lalui bersama. Aku sangat merindukan saat kita tertawa bersama. Apakah kau tidak merindukan hal itu? Hal kecil, namun indah. Jika kau merindukannya, kembalilah padaku. Aku berjanji, takkan melupakan dirimu lagi. Aku tak mau kehilanganmu. Andai waktu dapat diputar kembali, pasti sekarang aku dapat tertawa bersamamu lagi. Maafkan aku. Aku tahu, aku memang salah. Chiko, I miss you." -Naura-
Todos os Direitos Reservados
#74
complicatedlove
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Aku Takut Dicintai
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • My Heart
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • TOGETHER
  • Sekali Lagi (End)
  • Alice & Adrian
  • Cerita Tentang Kita
  • Antara Jarak Dan Waktu

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo