Story cover for Bentala by naurayaaaa
Bentala
  • WpView
    Membaca 63
  • WpVote
    Vote 22
  • WpPart
    Bab 11
  • WpView
    Membaca 63
  • WpVote
    Vote 22
  • WpPart
    Bab 11
Lengkap, Awal publikasi Agt 19, 2024
Hai, kenalin aku Naura
ini cerita pertamaku, semoga suka yaa:)
 Di cerita yang berjudul Bentala ini aku mengawali kegiatan baruku yaitu menulis.

    Bentala ialah anak tunggal dari Abysa dan Renjana. Mereka adalah keluarga yang harmonis, Bentala sangat bahagia memiliki ayah dan ibu seperti Abysa dan Renjana. Namun, kata 'harmonis' hanya berujung hingga Bentala menginjak kelas 12 SMA. Banyak hal yang membuat keluarga ini merubah rumah mereka seperti neraka. Bentala, sangat kecewa dengan semua keadaan ini. 
    Namun, kesedihan dan kekecewaan Bentala ini menghilang semenjak hadirnya teman kuliah Bentala yaitu Rangga. Rangga, Dia laki-laki yang bisa mewarnai hidup Bentala yang abu-abu.




oh ya, disini aku sangat menerima kritik dan saran dari teman-teman:)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Bentala ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
SACRIFIER | ONGOING and REVISION  oleh AliffyaKhansa
28 bab Bersambung
Semakin kelam malam merentang, semakin jelas cahaya bintang-bintang bersinar. Begitu pula manusia-semakin keras hidup menekan, semakin terasah keteguhan hati dan jiwanya. Dan ketika semua pintu seolah tertutup, sering kali di sanalah keajaiban memilih untuk mendekat. Akna Narusea Abimana adalah seorang laki-laki berparas menawan, dengan hati yang lembut dan kebaikan yang nyaris tak pernah ia pamerkan. Sosoknya dingin, tertutup, seakan tak bisa disentuh siapa pun. Hanya tiga sahabat yang benar-benar memahami dirinya-yang tahu bahwa di balik diamnya, ada luka yang tak pernah selesai. Dunia Narusea hanyalah musik. Tak ada ruang lain yang ia izinkan masuk. Tentang ayah dan bundanya? Bagi Narusea, mereka telah lama mati-setidaknya di dalam hatinya. Untuk bertahan dan membiayai kuliahnya, ia bekerja paruh waktu di sebuah kafe milik keluarga sahabatnya, menjalani hari demi hari dengan sunyi yang setia menemani. Hidupnya hampa, sampai kehadiran seorang anak tetangga yang bernasib serupa dengannya. Seorang bocah yang juga ditinggalkan oleh keadaan. Sejak saat itu, Narusea memilih mengambil bocah itu ke dalam hidupnya-menjadikannya adik, sekaligus alasan baru untuk tetap bertahan. Namun, bagaimana jika suatu hari ia harus berhadapan kembali dengan orang tua kandungnya? Akankah ia sanggup membuka hati yang telah lama terkunci, atau justru membiarkan kebencian mengambil alih segalanya? Inilah kisah Akna Narusea Abimana-seorang laki-laki yang berjalan sendirian di tengah kerasnya dunia. Tentang pengorbanan yang tak pernah meminta balasan, dan perjuangan yang tak pernah benar-benar usai. Ikuti jejak langkahnya, dan saksikan bagaimana hidup membentuknya perlahan, dengan caranya sendiri. ⚠️NO PLAGIAT⚠️ Sedang dalam penulisan dan revisi ya, mohon dimengerti 🤗 Hai, aku membawa anak baru. Saksikan terus ya. Dadah
LENGKARA  oleh RainRainbow6
61 bab Lengkap
Tolong matikan saja aku. Aku sudah muak dengan dunia. untuk apa hidup, jika hati sudah lama mati. Kane Navulia Chrysander. Aku tidak meminta banyak pada dunia. Hanya bahagia. Tapi kenapa aku tidak mampu punya? Larissa Siofra Hysteria. *** Fra dan Kane sengaja di pertemukan takdir untuk mencari bahagia yang hilang. Saling terluka dari cerita yang berbeda. Di dewasakan oleh luka. Mereka menarik simpul yang sama bahwa bahagia adalah bentuk lengkara untuk mereka punya. Dua sudut pandang semesta mendewasakan manusia karena luka. Kane yang berasal dari latar belakang broken home, yang kelahirannya ke bumi dianggap kesialan. Dan Fra yang berasal dari keluarga yang utuh tapi hampir runtuh, secara fisik keluarganya bersama namun secara hati keluarganya bercerai, kabar bahagianya Fra adalah anak tengah, selalu salah dan mengalah. Keduanya hampir mati, jika semesta tidak cepat mempertemukan mereka. **** LENGKARA bercerita tentang dua anak manusia yang di pertemukan karena luka yang hampir sama. Nyaris ingin menyerah. Bersama melalui ruang gelap mereka mencari terang. Tenang yang tak kunjung datang, keduanya ingin pulang. *** Siapkan hati kamu dalam membaca LENGKARA. Jangan lupa sedia tissue, jika kamu tidak menangis dari awal sampai akhir saat membacanya, berarti ada yang salah dengan hati mu. Selamat datang, dan bertamu lah dengan senyum yang tenang. Jangan tersesat, ingat kamu hanya tamu, aku hanya mengingatkan, barangkali kamu akan lupa jalan pulang jika sudah terlalu nyaman.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
KARAFERNELIA  cover
SACRIFIER | ONGOING and REVISION  cover
About Naskala [on going] cover
Another Pain (END) ✔ cover
Rumah (Season 2 On Going!) cover
LENGKARA  cover
aku juga putramu.  cover
Ayah, Ibu, Kemana Aku Harus Pulang? (On going) cover

KARAFERNELIA

48 bab Bersambung

Cerita ini menggambarkan perjalanan emosional Bryan dan Alesha serta dampaknya pada anak-anak mereka, menggambarkan kebahagiaan di tengah kesedihan dan harapan untuk masa depan. .... Raka berdiri di tengah kamar, wajahnya merah dan napasnya memburu. "Lu mending keluar dari kamar gue sekarang juga! Lu cuma ganggu gue, tau nggak? Bicara yang penting-penting aja, jangan cuman bikin ribut!" ujarnya dengan emosi memuncak. Bian, yang sudah lelah dengan suasana tegang, menjawab dengan nada kesal, "Biasa aja napa sih? Iya, iya, gue keluar. Gue nggak akan ganggu lo lagi." Dengan geram, Bian membuka pintu dengan keras dan menutupnya sampai bergetar. Kamar itu kini hening. Raka berdiri diam, meresapi kesunyian yang menggigit. Di sudut kamar, dia membiarkan air mata menetes perlahan, wajahnya tersembunyi di balik tangan. Dalam isak tangisnya, dia berbisik, "Gue nggak benci, gue cuma kangen. Gue pengen banget ngerasain pelukan dari sosok ayah, tapi dia udah punya keluarga sendiri, jadi gue nggak bisa ganggu dia." Raka merasa frustasi dan terpuruk, merasakan setiap detik beratnya kepergian dan kekosongan yang ditinggalkan. Seperti jejak langkah yang meninggalkan bekas, kenangan itu terus menghantui dan menyisakan luka dalam hati.