Hiatus | Refleksi Gerhana

Hiatus | Refleksi Gerhana

  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 2, 2024
≥ Ada Ilustrasi! Namun dari Ai, jadi jangan berharap lebih ya ≤ "Hei, kamu! Iya, kamu yang lagi pegang buku ini. Mau ke mana? Sudah sampai di sini, kenapa nggak masuk sebentar? Aku Sabit, dan aku yakin ada alasan kenapa kita bertemu hari ini." Sabit berdiri di hadapanmu, dengan senyum lebar yang seolah memancarkan semangat dari mata hijaunya. Purnama, berdiri di sebelah Sabit dengan tenang, memberikanmu senyuman lembut. "Jangan takut, Sabit memang selalu bersemangat seperti itu. Aku Purnama, senang akhirnya bisa berjumpa denganmu." Suara lembutnya seperti bisikan angin malam, menenangkan dan mengundang. Sabit mengangguk, melanjutkan, "Kami berdua suka sekali mengajak orang ke dunia yang kami ciptakan, dan kebetulan, kamu adalah tamu kehormatan kami hari ini. Jadi, gimana? Mau masuk ke dunia yang penuh dengan keajaiban, romansa, dan mungkin sedikit kegilaan?" Purnama menambahkan dengan senyum yang tenang, "Kami sudah menyiapkan semuanya untukmu. Cerita-cerita yang mungkin akan membuatmu tertawa, terharu, atau bahkan terinspirasi. Kami berdua sangat senang menulis, dan lebih dari itu, kami ingin membagikan semua keajaiban yang kami temukan denganmu." Sabit meraih tanganmu, seolah mengajakmu masuk lebih jauh, "Jadi, kamu siap? Jangan khawatir, Purnama akan memastikan kamu merasa nyaman di setiap langkahnya." Purnama mengangguk lembut, "Ayo, mari kita mulai perjalanan ini bersama-sama. Kami akan menemanimu di setiap halaman." Dengan begitu, mereka berdua membawamu masuk ke dalam cerita yang sudah mereka siapkan, menyambutmu dengan hangat di dunia yang penuh warna dan makna.
All Rights Reserved
#22
spritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Destiny
  • My Duchess / End
  • JANTRA JALA JIWA
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • WE MEET AGAIN - JENSELLE
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • a RAINBOW
  • The Brightest SUN to the Ordinary Road
  • The Heiress Trap (END)

!WARNING Cover dan Semua gambar yang di ambil berasal dari pinterest. MENGANDUNG KATA-KATA KASAR, UMPATAN, DAN JUGA BEBERAPA ADEGAN 18+ DIHARAP KEBIJAKAN PARA PEMBACA! --- -Karena tidak semua kisah cinta diciptakan untuk berakhir bahagia. Lysandra, sang putri yang dilahirkan bersamaan dengan kematian ibunya, dianggap sebagai pembawa malapetaka dalam istana megah tempat ia tumbuh. Bagaikan diasingkan di rumahnya sendiri-tak pernah benar-benar dianggap ada oleh ayah dan kakaknya, yang menyalahkannya atas hal yang tak pernah ia minta. Dibesarkan dalam bayang-bayang yang dingin, Lysandra hanya memiliki satu harapan sederhana: dicintai. Tiap langkahnya tak pernah disambut; tatapannya tak pernah dibalas. Semua memandangnya sebelah mata, mencibir, dan merendahkan keberadaannya. Namun Lysandra, dalam kepolosan hatinya, memilih untuk memaafkan. Karena ia tahu... dalam naifnya kasih, ia masih berharap-bahwa suatu hari, keluarganya akan melihatnya sebagai manusia. Namun hari itu tak kunjung datang. Justru, pada pesta debut nya-malam yang seharusnya menjadi simbol penerimaan dunia padanya-seorang gadis muncul, mengaku sebagai putri dari sang Kaisar. Di saat itulah takdir menertawakannya secara terang-terangan. Gelar, cinta, bahkan eksistensinya sendiri, seakan eksistensinya dihapus dari halaman takdir. Dan dalam satu malam, dunianya terbalik. "Sungguh cerita yang menyayat hati bukan? namun masalahnya... Mengapa aku kini menjadi dirinya!!?" --- "Setelah semua yang mereka lakukan, kau masih bisa memaafkan mereka?" "Mau bagaimanapun mereka adalah keluarga ku, terlebih, itu semua hanyalah masalalu, Ares." "Kau terlalu naif, terlalu rapuh. Karena itulah, biarkan aku yang melindungi mu." --- "Semoga... di kehidupan berikutnya, kita bisa bertemu lagi. Sebagai dua jiwa yang sama, dalam tubuh yang berbeda. Di dunia yang tak mengenal kata perpisahan..." --- "Bahkan di kehidupan ini juga, aku... tetap kehilangan dirimu, wahai pengantin cahaya ku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines