We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hiatus | Refleksi Gerhana

Hiatus | Refleksi Gerhana

  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 2, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
≥ Ada Ilustrasi! Namun dari Ai, jadi jangan berharap lebih ya ≤ "Hei, kamu! Iya, kamu yang lagi pegang buku ini. Mau ke mana? Sudah sampai di sini, kenapa nggak masuk sebentar? Aku Sabit, dan aku yakin ada alasan kenapa kita bertemu hari ini." Sabit berdiri di hadapanmu, dengan senyum lebar yang seolah memancarkan semangat dari mata hijaunya. Purnama, berdiri di sebelah Sabit dengan tenang, memberikanmu senyuman lembut. "Jangan takut, Sabit memang selalu bersemangat seperti itu. Aku Purnama, senang akhirnya bisa berjumpa denganmu." Suara lembutnya seperti bisikan angin malam, menenangkan dan mengundang. Sabit mengangguk, melanjutkan, "Kami berdua suka sekali mengajak orang ke dunia yang kami ciptakan, dan kebetulan, kamu adalah tamu kehormatan kami hari ini. Jadi, gimana? Mau masuk ke dunia yang penuh dengan keajaiban, romansa, dan mungkin sedikit kegilaan?" Purnama menambahkan dengan senyum yang tenang, "Kami sudah menyiapkan semuanya untukmu. Cerita-cerita yang mungkin akan membuatmu tertawa, terharu, atau bahkan terinspirasi. Kami berdua sangat senang menulis, dan lebih dari itu, kami ingin membagikan semua keajaiban yang kami temukan denganmu." Sabit meraih tanganmu, seolah mengajakmu masuk lebih jauh, "Jadi, kamu siap? Jangan khawatir, Purnama akan memastikan kamu merasa nyaman di setiap langkahnya." Purnama mengangguk lembut, "Ayo, mari kita mulai perjalanan ini bersama-sama. Kami akan menemanimu di setiap halaman." Dengan begitu, mereka berdua membawamu masuk ke dalam cerita yang sudah mereka siapkan, menyambutmu dengan hangat di dunia yang penuh warna dan makna.
All Rights Reserved
#17
sabit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Brightest SUN to the Ordinary Road
  • WE MEET AGAIN - JENSELLE
  • ᴍʏ ʜᴜꜱʙᴀɴᴛ ʟᴏʀᴅ ᴛʜᴇ ᴅᴀᴠɪʟ// Tahap Revisi
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • His Possession (Completed)
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • I Will Change My Destiny
  • JANTRA JALA JIWA

[COMPLETED] Imajinasiku berputar memenuhi pikiran. Membayangkan jika akan ada sekumpulan peri disana dan hinggap di beberapa helai rambutku. Atau ribuan liliput di bawah mejaku yang berbaris membawa permata dan emas? Sekelebat bayangan pun akan sangat indah jika aku mendeskripsikannya nyata. Bahkan jika itu hanyalah semu, aku tahu dia berwujud. Seperti, setelah aku menemukannya.... ◇•◇•◇•◇ "100 hari?" Dia mengangguk. "Apa kau yakin akan memberikanku kesempatan selama itu?" Dia kembali mengangguk. Membuatku menatapnya jengah sebelum aku kembali bertanya satu pertanyaan sama sejak beberapa waktu lalu. Dengan nekat aku menatap netra biru menawannya. Mencari celah disana, hingga satu ungkapan tak dapat kutahan untuk tidak terlontar dari mulutku. "Kenapa kau memilihku?" Dia tersenyum simpul. "Karena kau yang menciptakanku." Dan dengan jawaban yang sama. ©dlvmays/Taneda_Mayu0526

More details
WpActionLinkContent Guidelines