Grayson Bilal Athala

Grayson Bilal Athala

  • WpView
    LECTURAS 2,400
  • WpVote
    Votos 279
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 31, 2024
Grayson Bilal Athala, ialah karunia yang dilahirkan sembari diiringi oleh senandung lagu. Jalan mana lagi yang harus ia lalui untuk menggapai cita - cita, jika maju selangkah saja ia tersudutkan dengan gelar pembangkang? Sebuah larangan yang menyimpan arti begitu dalam, ketetapan yang tak bisa dibantah oleh siapapun. Namun sang kecil Grayson menentang semuanya bak bertaruh di medan perang, satu lawan seribu, menghancurkan runtuh kutukan. Bermainlah dengan musik, Athala. Senandungkan bait melodi yang teralus lembut, bersenandunglah terus, sampai jenjang lehermu tergerogoti dahaga dan bibir keringmu melembab sempurna, begitu terus sampai menciptakan alunan melodi yang tertata. Petiklah sinar gitar dengan jari lentik ayu nan profesionalmu. Curi tatapan bangga dengan kelopak air mata tak terbendung itu dari orang - orang tersayang. Semua akan bangga, karena kamu adalah Sang Grayson Kecil. [SLOW UPDATE]
Todos los derechos reservados
#749
sicklit
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mellifluous ✔ [OPEN PO]
  • A Place Called Home
  • Hyacinth
  • [BL]The Last Place (on Going)
  • Setengah Waras, Sepenuh Sayang | TXT
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • 𝐖𝐢𝐝𝐨𝐰𝐞𝐫? ✓ (Belum Revisi)
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • Kanvas Terakhir di Langit Senja | Beomgyu
  • MAID IN LOVE - BECKFREEN [SELESAI]

UNDER REVISION Berisik. Setiap sudut di dunia ini nyatanya begitu berisik. Kejahatan, kekerasan, penganiayaan, pengkhianatan serta isak tangis manusia yang kecewa dan putus asa ada dimana-mana. Bahkan, rumah yang seharusnya menjadi tempat paling tenang dan tempat paling aman, malah menjadi tempat paling gaduh dan terasa pengap seperti neraka---tempat pendosa-pendosa itu melolong. Melodi senar gitar yang mengudara menjadi tempat pelarianku dari hiruk pikuk dunia yang bising dan pikiran yang kian berdebat hebat. Duduk bersebelahan dengan saudara sambungku yang merupakan seorang tunanetra di bawah langit oranye sore hari. Sampai akhirnya, aku kehilangan tanganku dan berhenti memetik gitar. Saat itu, dunia seketika menjadi sunyi.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido