STAY STRONG ?

STAY STRONG ?

  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Agt 21, 2024
Dikelilingi dengan orang-orang yang ingin di mengerti menurutku bukan hanya lelah fisik melainkan lelah mental juga terasa. munafik sekali jika tidak membenci namun tak semua orang bisa menghadapi kebanyakan orang lebih memilih diam dalam artian takut kehilangan? okey! ini bukan cerita tapi isi hati seseorang yang terlalu sulit buat mengungkapkan secara lisan. seseorang yang sudah lelah buat berjuang, mempertahankan dan meyakinkan. seseorang yang batinnya selalu bergemuruh ada banyak luka yang belum sembuh namun tertimbun dengan luka baru sehingga membesar dan sulit di sembuhkan. Ada kalanya dia memilih menyerah ada kala nya dia memilih menerima
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hopeless
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • Still Ours [Hiatus]
  • Another Me
  • Waktu Kita (Kita Dan Waktu)
  • After he left
  • Retak yang Dipeluk
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan