Dalam setiap babak sejarah, ada kisah-kisah yang tersembunyi di balik lapisan gemerlapnya yang sering kali penuh warna. "Deadly Sins" adalah sebuah novel yang membawa kita menyusuri lorong-lorong kelam dari sebuah era yang penuh dengan konflik batin dan ketidakadilan.
Kisah ini berfokus pada dua saudara kembar, Ashter dan Eshter, yang masing-masing mewakili dua kutub sifat yang sangat berbeda. Ashter, yang manipulatif dan penuh ambisi, telah merenggut segala kebahagiaan yang dimiliki Eshter, saudarinya yang baik hati dan penuh pengertian. Dunia menyambut Ashter dengan tangan terbuka, sedangkan Eshter hanya dianggap sebagai bayangan yang terabaikan.
Kehidupan mereka berubah drastis ketika Ashter bertunangan dengan seorang pangeran tampan dari kerajaan Timur Tengah. Namun, perayaan itu segera ternodai oleh serangan para orc yang mengancam kedamaian. Dengan cepat, Ashter menuduh Eshter sebagai pelaku utama, dan Eshter pun terpaksa menjalani nasib sebagai tahanan yang tak berdosa.
Namun, kisah ini belum berakhir dengan keputusasaan. Eshter, dengan tekad yang membara dan keberanian yang tak tergoyahkan, berhasil meloloskan diri dari penjara dan memulai perjalanan balas dendam. Dalam perjalanan itu, Eshter akan menghadapi berbagai tantangan, mengungkap kebenaran, dan meruntuhkan ilusi yang selama ini menutupi identitas dan kekuatan sejatinya.
Melalui "Deadly Sins," Anda akan dibawa dalam sebuah perjalanan yang penuh dengan emosi dan intrik, sebuah cerita tentang ketidakadilan dan perjuangan, serta tentang bagaimana kebenaran dan keberanian akhirnya dapat membalikkan nasib. Selamat membaca, dan semoga Anda menemukan keajaiban di dalam halaman-halaman yang penuh dengan ketegangan dan penemuan diri ini.
-Altheara.
(on-going)
Sinopsis
Lunette Dimitria seharusnya sudah mati. Eksekusi yang membakar tubuhnya di tengah pekikan manusia seharusnya menjadi akhir. Namun, saat ia membuka mata, dunia yang dikenalnya telah berubah-atau lebih tepatnya, ia telah berubah.
Dalam tubuh Lunette, seorang perempuan dari dunia lain terbangun, menyadari bahwa ia kini menjadi tokoh penjahat dalam novel yang pernah ia baca. Sebuah novel dengan akhir yang tragis, di mana Lunette, penyihir terakhir dari kaumnya, harus mati tanpa kesempatan untuk membela diri.
Saat ingatan samar tentang pembantaian yang menghapus seluruh kaumnya kembali menghantuinya, Lunette dihadapkan pada dua pilihan: menerima nasibnya dan menunggu ajal seperti dalam novel, atau melawan takdir yang telah dituliskan untuknya. Namun, sebelum ia sempat menentukan langkahnya, pasukan istana datang memburunya lebih cepat dari yang seharusnya.
Kini, dengan kekuatannya yang tersegel dan satu-satunya sekutu yang ia miliki dalam bahaya, Lunette harus melarikan diri. Dunia ini bukan lagi sekadar cerita, dan ia bukan hanya penonton. Jika ia ingin bertahan hidup, ia harus menggali kebenaran di balik kehancuran kaumnya-dan mungkin, mengubah akhir yang telah ditentukan untuknya.
"Dulu aku membaca kisah tragismu, dan kini aku terjebak di dalamnya."
---