Story cover for Bukan Yang Diharapkan by Jihanfach
Bukan Yang Diharapkan
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 23, 2024
Cinta ini sakit, sudah hampir satu tahun lamanya aku berpacaran dengan dia, semua aku usahakan yang terbaik untuk dia, namun itu sia sia hanya membuang waktuku dan membuat sakit hatiku, dan yang lebih sakit, bukan aku yang diharapkan dia sedari awal untuk mengisi hatinya;) pesanku buat yang baca, "cintailah orang yang mencintaimu, bukan orang yang kamu cinta", karena cinta bisa tumbuh dengan sendirinya jika orang itu merlakukan kamu baik dan orang yang mencintaimu bakalan selalu mengusahakan untuk kamu, berjuang sendiri demi suatu hubungan yang sebenernya di hubungan itu ada dua orang itu bakalan capek  dan bikin sakit hati, semoga kalian dijauhkan dari cowok brengsek yang gak tau diri, doain aku juga semoga dijauhkan dengan cowok seperti itu, enjoy guys nikmati ceritaku, dan semoga kalian sabar menunggu update an ceritanya hehhe, siapin cemilan sebanyak banyaknya <3
All Rights Reserved
Sign up to add Bukan Yang Diharapkan to your library and receive updates
or
#67fatih
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Shadow That Fades cover
TAK BERSAMBUT cover
TULIPS ✔ cover
CARAKU MENINGGALKANMU cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover
SECOND LEAD cover
Another Me cover
All of the stars [Bulan's] cover
Keangkuhan Cinta [END] cover
Unfinished Goodbye cover

Shadow That Fades

3 parts Complete

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.