Secret Rendezvous (Sequel of E-love-vator)

Secret Rendezvous (Sequel of E-love-vator)

  • WpView
    Reads 1,089
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 3, 2025
Setelah pengalaman tak terlupakan di dalam elevator yang macet, kehidupan Grace berubah selamanya. Perempuan yang dulu biasa-biasa saja kini menemukan dirinya terlibat dalam hubungan rahasia dengan lima pria-Alex, Ben, Chris, David, dan Ethan. Meskipun pertemuan pertama mereka terjadi dalam situasi yang tak terduga, perasaan yang terbangun di antara mereka jauh dari sekadar nafsu sesaat. Di luar elevator, hubungan mereka berkembang menjadi sesuatu yang lebih intens dan penuh gairah. Setiap pertemuan rahasia di kantor, di tempat parkir, atau di ruang-ruang tersembunyi membawa Grace lebih dalam ke dalam pusaran emosi yang kompleks. Masing-masing pria menawarkan sesuatu yang berbeda: kasih sayang, dominasi, kehangatan, dan juga tantangan. Grace, yang awalnya hanya mencari pelarian dari rutinitas, kini dihadapkan pada dilema yang tak terduga-bisakah dia menjaga semuanya tetap rahasia, atau akankah perasaan mereka mengubah segalanya? (Just for my fun)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dan Lukanya
  • Is She Really Pregnant? (COMPLETED)
  • [SS] Before You
  • Terjebak di Balik Elegansi (ON GOING)
  • A Symphony of life
  • The Valcrone: Hidden Daughter & The Fallen Prince
  • the perfections my wife
  • THE RENEWAL
  • FLOWER OF MARRIAGE
  • Love In The Summer Breeze - Grace & Aldrick (END)

"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines