ELARA DAN LUKANYA

ELARA DAN LUKANYA

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 3, 2024
ELARA XESA ADOLIN. gadis cantik yang menyimpan banyak luka, pukul lan cacian selalu di dapati oleh elara di keluarga nya dituduh pembunuh oleh keluarga nya sendiri membuat dirinya seketika ingin mengakhiri hidupnya sendiri. elara sangat penyukai bulan, menurutnya ketika dirinya melihat bulan seperti ia sedang melihat bundanya yang sudah tiada. "ra menurut lo bulan itu apa?" tanya remaja laki laki kepada seorang gadis cantik yang duduk di sampingnya. ELARA tersenyum menjawab pertanyaan laki laki di samping dirinya mendongkak keatas melihat bulan purnama. "the moon is beautiful isn't? look bulan itu indah banget? I know that's real. bulan itu indah tiap hari aku liat bulan rasanya aku lagi liat bunda. bahkan jika sudah malam aku suka lihat bintang tapi sebenarnya aku sedang mencari ke beradaan sang bulan, aku menyukai semua tentang bulan cahaya dan sinarnya membuat ku menjadi sedikit tenang."
All Rights Reserved
#31
sosok
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang
  • Surat Dari Isi Hati Arluna (End)
  • Change
  • BULIR CINTA [END]
  • ARABELLA  (SELESAI)
  • BULBUL! [END]
  • 𝐄𝐋𝐋𝐄𝐍𝐀
  • SKALETTA [END]
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)

Elira bukan anak biasa. Ia tumbuh dalam keheningan, dipeluk oleh kecerdasan yang tak dimengerti, dan tubuh yang selalu menjadi sasaran cemooh. Sejak kecil, ia tahu: dunia tak ramah, dan rumah bukan tempat berlindung. Ketika teman menjauh karena rasa tidak nyaman, dan ketika keluarga sendiri hanya melihatnya sebagai beban, Elira tetap berdiri. Ia tidak diantar saat pertama kali masuk pesantren. Tidak dijemput saat ia jatuh. Ia hanya ditemani satu hal yang tak pernah mencacinya: Al-Qur'an. Namun luka demi luka terus menggerogoti tubuh dan jiwanya. Hingga suatu hari, tubuh itu tak lagi kuat. Jiwa itu mulai retak. Tapi bukan kehancuran yang datang-melainkan cahaya. Di tengah kesurupan, sakit yang berulang, dan tubuh yang tak pernah benar-benar sembuh... Elira menemukan panggilan dari langit. Kisah ini bukan hanya tentang perjuangan seorang anak. Ini tentang bagaimana seseorang bisa tetap memilih untuk mencintai Tuhan, ketika tak ada satu manusia pun yang memilih untuk mencintainya kembali. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines