ELARA DAN LUKANYA

ELARA DAN LUKANYA

  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 3, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
ELARA XESA ADOLIN. gadis cantik yang menyimpan banyak luka, pukul lan cacian selalu di dapati oleh elara di keluarga nya dituduh pembunuh oleh keluarga nya sendiri membuat dirinya seketika ingin mengakhiri hidupnya sendiri. elara sangat penyukai bulan, menurutnya ketika dirinya melihat bulan seperti ia sedang melihat bundanya yang sudah tiada. "ra menurut lo bulan itu apa?" tanya remaja laki laki kepada seorang gadis cantik yang duduk di sampingnya. ELARA tersenyum menjawab pertanyaan laki laki di samping dirinya mendongkak keatas melihat bulan purnama. "the moon is beautiful isn't? look bulan itu indah banget? I know that's real. bulan itu indah tiap hari aku liat bulan rasanya aku lagi liat bunda. bahkan jika sudah malam aku suka lihat bintang tapi sebenarnya aku sedang mencari ke beradaan sang bulan, aku menyukai semua tentang bulan cahaya dan sinarnya membuat ku menjadi sedikit tenang."
All Rights Reserved
#425
tangguh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BULAN (END)
  • Memories in Moon
  • ARABELLA  (SELESAI)
  • SKALETTA [END]
  • Stop It, Darka! [END]
  • BULAN [Selesai]
  • My Beloved Enemy
  • Elira, yang Tak Pernah Dipanggil Pulang

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines