Malam yang Mengintai [ END ]

Malam yang Mengintai [ END ]

  • WpView
    Reads 994
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 13, 2026
|| ORIGINAL STORY || =| BOOK KE-2 |= °°Antara hitam dan putih°° Mahardika Zayyan, dia memiliki sorot mata tajam yang mengerikan. Tubuh yang tidak besar, tapi terlihat sangat kuat. Dikaruniai sepasang iris mata yang hitam legam warnanya. Dia juga mempunyai kekebalan fisik yang tangguh seolah bahwa dia memang terbiasa dalam menerima segala rasa sakit dan kepedihan. Dalam cerita ini, dia bukanlah sosok yang baik. Dibenci dan dimaki adalah hal yang lumrah baginya. Kehidupan yang baik tak pernah berpihak pada manusia sepertinya. Kegelapan akan selalu mengiringi setiap kali langkahnya menapak. Karena dia adalah seorang pembunuh. ****
All Rights Reserved
#68
haebaramencarinaskah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Billionaire Prison
  • DESTROYED IN DESIRE | 🔞 |DARKROMANCE🖤
  • SPION
  • 𝐂𝐀𝐍𝐃𝐘 𝘛𝘳𝘢𝘯𝘴𝘮𝘪𝘨𝘳𝘢𝘵𝘪𝘰𝘯 [𝐄𝐍𝐃]
  • Transmigrasi Kakak Antagonis (Revisi)
  • who i am?
  • Lyorend   [ ON GOING ]
  • Rembung Sengkolo
  • Crazy Obsession
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.

[Budayakan VOTE Sebelum Membaca] The Billionaire Prison [Love is Difficult] "Apa yang kau katakan hingga ibuku berencana untuk menikahkan kita? Kau yang menghasut dia? Kau pikir kau siapa hingga bermimpi untuk menjadi pasangan ku?" Anna terdiam sejenak. Dia tidak sepenuhnya terkejut dengan reaksi Armand atas berita ini. Tapi dirinya tersinggung akibat tuduhan yang tidak mendasar dari lelaki itu, menuduhnya menghasut Diana, apa dia tidak berpikir sebelum bicara? "Rencanaku?___ asal kau tau, aku juga tidak menginginkan ini. Kau pikir aku mau untuk tinggal bersama iblis seperti mu?" Entah keberanian dari mana, tiba-tiba kata-kata itu keluar dari mulutnya. Armand yang mendengar itu langsung meraih paksa wajah Anna, mencengkram pipinya dan membuat wanita itu menatap kearahnya. "Iblis? Ya, kau benar dan kupastikan kau akan ku jerumuskan ke dalam penderitaan." ucapnya lalu membuang wajah Anna dengan kasar. Nadanya penuh dengan keseriusan membuat Anna sedikit gugup. "Ku perintahkan padamu untuk jangan bermimpi untuk menjadi istriku. Tolak semua rencana itu besok dan segera keluar dari sini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines