Shaved Ice

Shaved Ice

  • WpView
    Dibaca 16
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jan 20, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kami tumbuh bersama seperti kerang, di sebuah lautan yang luas. Kami menjalankan hidup bergantung satu sama lain. Namun semakin lama kami penasaran dengan dunia luar. Ekspektasi yang menjulang tinggi itu, mengarah pada daratan. Kami menyusuri ombak laut demi mengubah nasib. Apakah ini takdir alam? Kami terjebak dalam labirin duniawi. Membuat kami lupa akan satu sama lain. Kami hanya ingin melangkah bebas tanpa terkekang oleh takdir, tanpa terkekang oleh alam. Tetapi kenapa kami harus mengorbankan kepercayaan satu sama lain? Laut yang kami kenal jauh berbeda dengan daratan. "Tuhan,bisakah engkau membuat kami kembali bersama seperti dulu?" Jiwa tidak akan membohongi. Sejauh manapun mereka melangkah keterkaitan itu akan tetap ada. Mereka menatap langit, dan dengan seksama meteskan air mata penyesalan. Tak henti untuk merindukan satu sama lain. Berharap bisa mengulang kehidupannya, untuk tidak mengambil langkah itu. Aku merindukannya dalam sunyi,aku menunggunnya dalam sepi, dan aku mengabadikannya dalam seni. ~Can we stay together?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#879
musik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • UNREQUITED LOVE
  • Setelah Langit Berbisik (END)
  • RIFKI: 17 Tahun Bersama Abang
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • batasan bumi
  • F A T E |NA Jaemin|
  • Is It Home ?
  • IF YOU

Andai engkau tak berani melangkah, andai engkau menyerah tanpa mencoba untuk berjuang, mungkin kau tak akan tahu takdir indah yang sudah menunggu didepan sana. Terkadang kemungkinan-kemungkinan yang diciptakan pikiran, membuat hati yang berani lantas mendermakan kemundurannya. Itu kenapa penyesalan akan datang, setelah kesempatan yang kamu lewatkan begitu saja. Teruslah berdoa, dan jangan lelah melangitkan harapanmu. Walau jalan yang dilalui tak mudah, walau sakit mendera dada. Namun tetaplah percaya, bahwa ada keindahan yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa baiknya untukmu. Kau boleh menangis, bahkan kau boleh memaki, asalkan dirimu merasa lega dan kembali berjuang setelahnya. Berjuanglah dengan diiringi keikhlasan dan rasa syukur yang besar. Karena ketika kamu dihadapkan dengan kegagalan, hatimu, pikiranmu dan dirimu siap untuk menerima segalanya. Menghangatlah dikehidupan yang sedingin kutub utara. Jadilah penyejuk untuk siapapun orang yang kamu temui. Ukirlah kisah dan sabdakanlah kebaikan, hingga beban dan amarahmu hanya berpusat pada daun kering yang terjatuh ke tanah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan