Shaved Ice

Shaved Ice

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 20, 2025
Kami tumbuh bersama seperti kerang, di sebuah lautan yang luas. Kami menjalankan hidup bergantung satu sama lain. Namun semakin lama kami penasaran dengan dunia luar. Ekspektasi yang menjulang tinggi itu, mengarah pada daratan. Kami menyusuri ombak laut demi mengubah nasib. Apakah ini takdir alam? Kami terjebak dalam labirin duniawi. Membuat kami lupa akan satu sama lain. Kami hanya ingin melangkah bebas tanpa terkekang oleh takdir, tanpa terkekang oleh alam. Tetapi kenapa kami harus mengorbankan kepercayaan satu sama lain? Laut yang kami kenal jauh berbeda dengan daratan. "Tuhan,bisakah engkau membuat kami kembali bersama seperti dulu?" Jiwa tidak akan membohongi. Sejauh manapun mereka melangkah keterkaitan itu akan tetap ada. Mereka menatap langit, dan dengan seksama meteskan air mata penyesalan. Tak henti untuk merindukan satu sama lain. Berharap bisa mengulang kehidupannya, untuk tidak mengambil langkah itu. Aku merindukannya dalam sunyi,aku menunggunnya dalam sepi, dan aku mengabadikannya dalam seni. ~Can we stay together?
All Rights Reserved
#754
dunia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is It Home ?
  • IF YOU
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • [END] Blind Rainbow
  • Setelah Langit Berbisik
  • Quant (On Going)
  • Seana or Seano
  • UNREQUITED LOVE

[SUDAH DIBUKUKAN, GET ON SHOPEE Choko Publisher "Kenapa yah? Karena abang anak pertama ya?", -- "Emang pernah kalian nganggep aku ada?" ___________________________________________ "Dia bukan papa lo, lo harusnya tau diri",-- "Emang ga seharusnya gue disini, kehadiran gue cuma ngrusak kebahagiaan dia. Gue pamit",-- ___________________________________________ "Lo bisa ga sih gausah aneh-aneh, lo yang bertingkah, tapi gue yang selalu kena imbasnya. Lo sih enak jadi bungsu, mama papa juga gabakal marah ke lo" "Siapa bilang ? Gue juga pengin pergi bebas kaya lo bang, gue cape terus-terusan belajar, gue juga pengin bebas kaya lo" "Gue bukan dibebasin, tapi gue di usir. Itu juga gara-gara lo, bungsu", ___________________________________________ Ia tahu dan sadar dengan posisinya. Ia lahir sebagai seorang sulung yang dipaksa untuk terus melebarkan bahunya, yang harus selalu kuat mentalnya, yang punggungnya harus selalu siap untuk dijadikan sandaran bagi saudara-saudaranya, juga harus selalu siap memikul harapan orang tuanya. Tapi ia juga manusia, ada masanya ia lelah dan perlu sandaran seperti yang biasa ia lakukan. Ada kalanya ia merasa ingin menyerah dan lari dari semua masalah yang mendera. Bungsu, orang selalu bilang menjadi seorang bungsu adalah suatu keberuntungan, dimana bungsu biasanya selalu diutamakan dan identik dengan julukan "anak kesayangan" Tinggalkan soal bungsu dan sulung, bagaimana dengan anak tengah? Apakah nasibnya sama buruknya dengan si sulung atau bahkan lebih baik dari pada si bungsu? Masih tentang semesta dan kejutannya, entah skenario apa yang semesta buat kali ini, yang pasti adalah satu hal. Tak semua yang kamu lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Menjadi bungsu tak selamanya indah, begitupun dengan menjadi sulung.

More details
WpActionLinkContent Guidelines