DIA LAUTAN [END]

DIA LAUTAN [END]

  • WpView
    Reads 12,669
  • WpVote
    Votes 567
  • WpPart
    Parts 70
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 14, 2026
Lautan menjalani hidupnya dengan masalah yang selalu datang kepadanya, Ia sudah cukup frustasi ketika dirinya selalu disalahkan. Banyak yang membencinya, Bahkan ayahnya sendiri membenci Lautan. Kenapa mereka membenci Lautan? Lautan sendiri juga tak tahu, Lautan bingung dengan para manusia didunia ini.
All Rights Reserved
#391
lautan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTRUIST
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • SINAR LAUTAN
  • LANGIT DI LAUTAN
  • SAMUDRA BERCERITA || END
  • LINGGA (END) ✔️
  • Bullying di era digital!!!
  • FATE ✓
  • Serenade Langit & Lautan
  • surut cakrawala
ALTRUIST

Dimulai dari Nael anak berumur 9 tahun, yang harus mengikuti orang asing untuk tinggal bersamanya karena keluarganya, yang ternyata keputusannya untuk meningggalkan mansion yang ia anggap sebagai neraka malam itu, mengubah hidupnya, hidupnya yang semula redup kini mulai berwarna. -------- Ditengah malam yang sunyi di tengah hutan, lebih tepatnya mansion yang ada di tengah hutan, dentuman suara tembakan dan jeritan memilukan memecah keheningan. Langkah Seorang anak kecil berjalan masuk ke dalam mansion besar di depannya. Sepatunya tenggelam dalam genangan darah yang membanjiri halaman. Wajah manisnya tak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Langkah kaki kecilnya terlihat tenang dan wajahnya yang terlihat manis itu menatap kosong saat ia melihat halaman mansion yang sangat berantakan. Banyak darah dimana-mana, tubuh tubuh yg ia yakini adalah para bawahan keluarganya. Nael Arthemis Evandria, anak sulung keluarga Evandria, berjalan melewati tubuh-tubuh tak bernyawa yang berserakan. Darah segar mengalir di bawah kakinya, bercampur dengan tanah basah dan daun-daun yang terinjak. Bau logam menusuk hidung, tetapi bocah itu tetap tak terpengaruh. 'Masalah apalagi sekarang.' --------- Ikuti terus kisahnya..

More details
WpActionLinkContent Guidelines