A QUIET GIRL

A QUIET GIRL

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 21, 2024
Pada umur 2 tahun, disa sudah tinggal bersama nenek dan para abangnya. Orang tua disa sudah cerai saat disa umur 2 tahun, disa menganggap bahwa semua baik baik saja. Tapi ternyata disa salah, disa tau tapi disa bungkam, disa anak bungsu dari 5 bersaudara , dari dulu disa sering ikut nenek ke sawah atau kebun, tak jarang disa bolos sekolah. Dunia seakan putih abu bagi disa, selama hidup disa belum menemukan warna dalam hidupnya. Disa senang membaca buku, disa senang mendengar lagu, disa senang membaca dan membuat puisi, disa senang traveling. Disa sangat menyukai es krim, chocolate dan cookies and cream adalah rasa kesukaan disa, disa menyukai bunga, tulip salah satunya. Disa anak yang pendiam, rajin ibadah, pintar, disa menyukai kelinci. Tetapi setiap kelinci yang disa adopsi selalu mati, kasihan sekali. Itu yang disa sukai, oh iya, disa senang bermain air. Salah satu hal yang disa tidak bisa sukai adalah, kekerasan, kehilangan, dan pengkhianatan. Disa tidak terlalu pandai dalam hal bersosialisasi, jadi disa hanya punya 1 atau 4 teman saja. Akankah disa menemukan warna dalam hidupnya? Atau malah sebaliknya?. 'cinta bukan berarti warna tapi warna membutuhkan cinta' @hyukagie
All Rights Reserved
#358
bungsu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gengsi [Pinksoz/Royeon]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Juan [REVISI]
  • Fifa Story [END] ✔
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • LIFE, FAMILY and LOVE ?
  • PUTRI FIGURAN
  • ASAVELA KIARA

[Genre: Romance & Slowburn.] Ahyeon, seorang kakak kelas yang anggun namun terkenal dengan sikap gengsinya yang sulit didekati, dan Rora, seorang adik kelas yang juga memiliki reputasi yang sama karena sikapnya yang percaya diri dan gengsinya yang cukup tinggi. Ahyeon, meskipun bersikap anggun dan ramah, selalu mempertahankan jarak dengan teman-temannya sebagai bentuk perlindungan diri. Di sisi lain, Rora terkenal dengan sikap percaya diri yang melebihi sebagian besar siswa sebayanya, namun tidak ada yang membantah karena kepercayaan dirinya itu memang sesuai dengan kenyataan. Awalnya, kerjasama mereka diwarnai oleh kecanggungan dan ketegangan. Ahyeon selalu merasa perlu untuk memimpin dan menunjukkan bahwa dia lebih paham dari Rora, sementara Rora merasa perlu membuktikan bahwa 'dia bisa' pada Ahyeon. Namun, seiring berjalannya waktu dan melalui tantangan yang mereka hadapi bersama, Ahyeon dan Rora mulai melihat sisi-sisi yang berbeda dari satu sama lain. "Tapi gak adil sih kak" "Kenapa?" "Aku cantik banget, kasihan yang lain." "Dih" . . . . [TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN KEHIDUPAN NYATA. SELURUH CERITA ADALAH FIKTIF.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines