Tangan Merah Pembelah Wajah

Tangan Merah Pembelah Wajah

  • WpView
    Dibaca 11
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Agt 25, 2024
WpInfo
Non-fiksi
"Di sebuah kota yang sangat padat penduduknya terdapat dua kakak beradik, kakak beradik tersebut tinggal hanya berdua di sebuah rumah yang sangat mewah. Karena mereka adalah dua anak dari pengusaha yang sangat sukses, akan tetapi kedua orang tua mereka tidak pernah mendidik mereka secara langsung, dan memberikan perhatian dan kasih sayang mereka dengan utuh, kedua orang tua mereka hanya memberikan uang yang sangat banyak sebagai pengganti dari perhatian mereka, yaitu kakak beradik Sean dan Aurora." bacalah kelanjutan kisah Tangan Merah Pembelah Wajah ini, akan ada hal mengejutkan dan apakah kejahatan Sean akan terus berlanjut sampai akhir hidupnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#333
kejahatan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Hakikat Cinta Hijrah
  • Cinta Masa Lalu Tuan Muda
  • ANDAI AKU BISA
  • Adek Abang || END
  • KAMISAMA ARIGATO
  • sebenci itu??
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • Dia Milikku

Seorang keluarga yang memiliki ekonomi yang sangat rendah. akan tetapi, Dhila sebagai anak pertama diam-diam berusaha membanggakan kedua orangtua dan menginginkan Haji bersama keluarga, dengan hasil karier yang begitu sukses. sedangkan Daenara sebagai anak kedua yakni telah sukses menjadi pengusaha (Psikologi) berada di wilayah Turki. disaat Dhila selama berada di bangku kelas tiga SD, ia telah mendapatkan berbagai prestasi yang membuat kedua orangtua sangat terharu dan kecerdasaan yang ia miliki. di saat menjelang wisuda kelas enam, ternyata ia bisa membanggakan kedua orangtua dengan prestasi Hafidz Qur'an dan mendapatkan sebuah tiket umroh gratis, yang benar-benar sangat tidak di duga. Alhamdulillah....sungguh, nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan