Majesty Upside The Rock

Majesty Upside The Rock

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 25, 2024
Romansa seorang putri kerajaan lama, Aveline Crowndell. Putri cantik yang tinggal di istana laba-laba penuh debu dan usang. Disebut demikian karena istana tersebut telah lama berdiri hingga bahkan konon katanya sejak para Naga masih berkuasa. Tidak banyak yang mengetahui alasan mengapa istana tersebut ditinggalkan. Namun menurut cerita turun-temurun, sihir yang gelap telah menyelimuti istana tersebut sehingga seluruh penduduk istana beserta warga kerajaan tersebut harus pindah dari tempat dimana mereka dilahirkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Darah di Tahta Sunyi
  • Mage Academy
  • Legacy of Velmora Season 1
  • Cahaya Terakhir Arvallien
  • Nightmare [Completed]
  • One Last Time
  • I Was Looking At The Villainess
  • Back to Life for Revenge {END}
  • Promise of Protection [Hiatus]

--- Prolog "Kerajaan ini tak dibangun di atas kebajikan-melainkan di atas bisikan malam dan darah yang mengering." Tidak ada yang tahu kapan tepatnya kegelapan itu datang. Mungkin ia lahir bersamaan dengan kelahiran sang Ratu-Eirwen, putri dari takhta dingin yang menjulang di utara. Wajahnya elok bak lukisan dewa, tapi matanya... menyimpan musim dingin yang tak pernah mencair. Konon, saat ia dinobatkan, langit tidak bersorak, melainkan mendung menggulung dan gagak-gagak berputar di atas istana. Orang-orang berseru dengan takzim, namun di dalam dada mereka, berkecamuk rasa takut yang tak mereka pahami. Eirwen tak mewarisi kerajaan-ia menaklukkannya. Dengan siasat, darah, dan kehendak besi. Ia tidak memimpin dengan kasih sayang, melainkan dengan sunyi yang mengintimidasi. Dan ketika musuh-musuhnya runtuh satu per satu, bukan kemenangan yang ia rasakan, tapi kehampaan yang terus menggerogoti jiwanya. Kini, bertahun telah berlalu. Kerajaan berdiri di atas tulang-tulang masa lalu. Dan di dalam istana batu yang membeku itu, sang Ratu duduk seorang diri... dikelilingi bisu, dikhianati bayang-bayangnya sendiri. Tapi ini bukan kisah tentang kebangkitan. Ini adalah kisah tentang kehilangan. Tentang bagaimana seorang ratu mengorbankan segalanya-hingga ia bahkan tak lagi memiliki dirinya sendiri. Dan ketika semuanya telah terbakar... Yang tersisa hanyalah keheningan yang menganga. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines